Sabtu , September 21 2019
Home / Artikel / Berita Daerah / Karena Hang Out di Malam Mingguan Terlalu Mainstream

Karena Hang Out di Malam Mingguan Terlalu Mainstream

Sekretaris DPW LDII Sumbar M. Ari Sultoni, SH sedang memberikan materi kepada Generasi Penerus (Generus) LDII Kota Padang, Sabtu(24/10)
Sekretaris DPW LDII Sumbar M. Ari Sultoni, SH sedang memberikan materi kepada Generasi Penerus (Generus) LDII Kota Padang, Sabtu(24/10)

PADANG – Jika umumnya kawula muda menghabiskan malam minggunya dengan pergi hang out atau sekedar nongkrong di café bahkan ada yang memiliki hobi petualangan seperti datang ke pegunungan. Tingkah laku mainstream yang dilakukan oleh anak muda di malam minggu seperti pacaran, santai sambil ngorol ngalor ngidul tanpa ujung pangkal. Intinya kebanyakan anak muda hanya ingin bersenang-senang. Namun, hal ini tak berlaku bagi pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pemuda LDII justru mengisi malam minggunya dengan kegiatan keagamaan.
Seperti yang tergambar pada pengajian pemuda DPD LDII Kota Padang yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda, Ikur Koto, Koto Tangah, Lubuk Minturun, Padang, Sabtu (24/10/2015). Generasi muda binaan LDII Kota Padang diajak untuk mengaji quran, hadist dan mendengarkan pencerahan agama. Suatu kebiasaan yang tak umum. Suatu kebiasaan yang jarang dilakukan oleh anak muda di zaman ini.
Acara yang dimulai sesudah sholat Isya tersebut dibuka dengan penyampaian nasehat agama oleh Wanhatda LDII Kota Padang KH. M. Hayan. Beliau menjelaskan bahwa tahun 2015 ini adalah suatu tantangan bagi generasi muda dikarenakan semakin terbukanya arus komunikasi dan informasi yang mana memungkinkan orang Indonesia untuk bepergian dan bekerja di negara-negara di Asia Tenggara. Sebaliknya masyarakat dari negara lain pun dapat dengan leluasa datang ke Indonesia baik untuk sekedar berkunjung maupun untuk bekerja di Indonesia.
Perkembangan zaman ini juga memiliki dampak bagi generasi muda, tambahnya. Selain memiliki dampak positif, era keterbukaan informasi ini mengakibatkan akses informasi dapat diakses tanpa batas, tak terkecuali bagi generasi muda bangsa ini.

“Salah satu yang menjadi sorotan adalah maraknya pornografi dan pornoaksi yang mulai menjangkiti generasi muda. Hal ini dapat diakses dengan mudah, yang awalnya dahulu pemuda harus mengunjungi warung internet (warnet) untuk bisa mengakses internet, sekarang semuanya ada dalam genggaman dikarenakan sudah maraknya era telepon pintar (smartphone),”ucapnya.
Belakangan diketahui bahwa, pornografi dan pornoaksi memiliki pengaruh terhadap kecerdasan dan cara berpikir manusia. Ada seorang ahli yang meneliti bahwa dari gambaran Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dilakukan pada pemuda yang mengalami kecanduan pornografi, tampak adanya penyusutan pada bagian otaknya. Tentu ini akan berdampak pada proses berpikir, kemampuan berkonsentrasi dan pengambilan keputusan. Dan tentunya tidak kita inginkan karena akan menumpulkan potensi yang ada pada generasi muda kita yang mengakibatkan sulitnya ilmu baik ilmu agama maupun ilmu yang didapatkan dibangku pendidikan formal.
Selanjutnya wawasan IPTEK diberikan oleh Sekretaris DPW LDII Sumbar M. Ari Sultoni, SH. Ia membahas mengenai optimalisasi penggunaan media sosial oleh generasi muda. Tidak dapat dipungkiri seiring dengan era keterbukaan informasi dan komunikasi, generasi muda mau tidak mau dipaksa untuk ikut dalam trend ini. Hal ini tergambar dari hamper dari semua remaja yang ikut dalam pengajian ini lebih dari 90% nya memiliki akun di media sosial (medsos), seperti facebook, twitter, dan lain sebagainya.
“Ini adalah wujud dari jati diri remaja saat ini yang ingin diakui eksistensinya. Para remaja berlomba-lomba menunjukkan moment-moment atau peristiwa yang ia alami untuk kemudian diunggah di media sosial. Dan seperti teori aksi-reaksi, hal serupa ditanggapi oleh teman di akun medsosnya baik hanya sekedar menyukai atau memberikan testimoni. Tidak dapat dipungkiri, hal ini sudah menjadi konsumsi remaja saat ini,”katanya.
Namun demikian, hal ini tenyata memiliki peluang pahala tersendiri bagi generasi muda, terutama generasi muda LDII dalam menyiarkan Syiar Islam. Sesuai dengan dalil dalam sabda Rosulullah SAW, “ Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. Dengan demikian, peluang ini harus segera diambil oleh generasi muda LDII,karena ini termasuk jihad dalam membela agamaNya Allah. Dengan membagikan informasi yang positif dan sekaligus menyebarkan dakwah Islam, hal ini dapat memperbaiki atau sedikit demi sedikit merubah citra Islam yang dewasa ini dianggap agama teroris yang justru terbalik dengan kesejukan yang dibawa agama Islam sendiri sebagai agama yang Rahmatan lil ‘alamin.
Kemudian, Ust. H. Yulianto Nugroho pada sesi terakhir mengenai proteksi diri dari pengaruh negatif media sosial dengan pondasi agama yang kuat. Dalam uraian hadist yang disampaikan dapat diambil kesimpulan bahwa karena syetan telah disesatkan oleh Allah, maka Ia bersumpah akan menyesatkan anak turunnya adam dari jalanNya Allah yang lurus, dan hanya sedikit yang dapat bersyukur (QS Al-Hijr : 39-40).
Syetan tidak pernah kehabisan akan, berbagai cara ia tempuh untuk dapat menyeret manusia bersamanya masuk kedalam nerakaNya Allah. Beberapa resep yang menjadi take home message sebagai pengingat bagi generasi muda agar dapat terhindar dari pengaruh negatif media sosial. Adapun cara untuk terhindar dari pengaruh tersebut seperti pertama berusaha agar dapat menertibkan sholat lima waktu dengan berusaha agar selalu khusyu’ dan tuma’ninah di dalam mengerjakannya. Kedua mengurangi hal-hal yang tidak ada manfaatnya seperti, mendengarkan musik, menonton televisi tanpa mengenal waktu, mengakses internet tanpa ada keperluan yang penting, dan lain sebagainya. Dan yang ketiga adalah berusaha merutinkan membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya.
Kegiatan seperti ini rutin diadakan oleh Pengurus DPD LDII Kota Padang dengan harapan generasi muda memiliki pemahaman agama yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh dari maksiat. Ketua DPD LDII Kota Padang Ir Gustav mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian ini rutin dilakuakan setiap malam minggu. “Sehingga setiap malam minggu mereka tidak membuang waktu secara percuma namun selain menambah wawasan ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan kekinian, tentunya untuk meraih pahala dari Alllah. Anak adalah amanah dari Allah yang harus terus disirami dengan iman dan ilmu, sehingga mereka nantinya bisa menjadi generasi penerus yang faqih, Berakhlakul Karimah dan Mandiri,”tutupnya.(ibl)

         

About Admin

Check Also

LDII Sumbar usulkan lima kluster pembangunan kepada pemerintah daerah

    DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Barat mengusulkan lima kluster pembangunan hasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.