Minggu , Mei 26 2019
Home / Artikel / JANGAN BIARKAN DIABETES GEROGOTI MASA TUAMU

JANGAN BIARKAN DIABETES GEROGOTI MASA TUAMU

 

Gambar Istimewa

Padang (Lines Sumbar) – Masa tua yang sehat tanpa harus berulang kali datang ke rumah sakit tentu menjadi dambaan setiap orang. Setiap orang yang berusia lanjut tentu tidak memiliki angan-angan menjalani masa tuanya dengan terbaring di kamar rumah sakit meski ruangan itu mewah sekalipun. Ditemani obat-obatan yang rutin diteguk setiap hari untuk memperpanjang daya tahan tubuh.

Namun banyak yang lupa, agar tubuh tetap sehat sangat bergantung dengan gaya hidup yang sedang dijalankan saat ini. Salah mengambil pola hidup tentu nasib ini nanti bisa speerti yang digambarkan di atas.

Untuk itu persiapkanlah masa tua anda secara cerdik dengan menjalankan gaya hidup sehat agar masa tua kelak tetap prima untuk selalu menjalankan aktivitas beribadah kepada Allah SWT.

Penyakit kekinian yang menjangkiti kita adalah Diabetes Mellitus atau yang disingkat DM. DM merupakan kondisi tubuh memiliki kadar gula (glukosa)cukup tinggi di dlaam darah.

Dalam ilmu kesehatan, Diabetes Mellitus terbagi dua tipe yaitu :

Pertama, diabetes tipe 1, diabetes ini disebabkan karena rusaknya organ pembuat insulin. Insulin merupakan  alat transportasi bagi glukosa untuk dibawa ke dalam sel. Diabetes jenis ini  memiliki kondisi insulin yang tidak dapat diproduksi sehingga glukosa tidak bisa diantarkan ke dalam sel sehingga glukosa hanya beredar didarah dan membuat kadarnya meningkat di dalam darah.

Diabetes ini biasanya diderita sejak kanak-kanak dan penderitanya sangat bergantung dengan suntikan insulin dari luar tubuh

Kedua, diabetes tipe 2, dalam kondisi ini tubuh mampu memproduksi insulin namun jumlahnya tidak cukup mengantarkan glukosa kedalam sel., sehingga butuh tambahan insulin dari luar tubuh. Hal tersebut disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan jarang olahraga. Sekitar 90 persen penderita diabetes adalah jenis diabetes tipe 2.

Dari data Riskesdas 2018 dilakukan uji coba pada  300.000 sampel rumah tangga atau sekitar 1,2 juta jiwa dengan melakukan pemeriksaan gula darah, hasilnya penderita diabetes mellitus naik dari angka 6,9 persen menjadi 8,5 persen

Pemerintah telah mengambil sikap terkait persoalan ini, Kementerian Kesehatan telah membentuk sebanyak 13.500 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang bertujuan memudahkan akses warga melakukan deteksi dini penyakit diabetes.

Selain itu Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat melakukan aksi CERDIK, yaitu dengan melakukan menjalankan hidup sehat sejak muda karena masa muda ini yang menentukan seperti apa masa tua kita kelak.

Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai hari diabetes sedunia, tanggal ini dipilih karena  bertepatan dengan hari ditemukannya insulin. Marilah kita jadikan momen ini untuk mengenal diabetes dan cara mencegahnya.

Dibetes tipe 2 ini sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa hal seperti :

Cek kesehatan secara teratur untuk mengendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit. Periksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas maupun klinik terdekat.

Pemeriksaanpn tidak membutuhkan waktu lama, untuk pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan pengambilan sedikit darah pada ujung jari menggunakan alat glucocek dan selanjutnya dalam hitungan setengah menit anda sudah dapat mengetahui hasilnya.

Enyahkan asap rokok dan jangan merokok. Rokok telah terbukti mengandung zat berbahaya bagi tubuh bila anda tidak sanggup untuk berhenti merokok, jangan merokok ditempat umum karena orang disekitar anda yang turut menghirup asap rokok dan mendapat dampak yang lebih berbahaya.

Rajinmelakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, membersihkan. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur. Aktivitas fisik juga dapat membakar lemak dan membuang zat yang tidak diperlukan tubuh melalui keringat.

Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis. Bagi Anda yang sering mengonsumsi minuman kemasan dan makanan cepat saji, mulailah untuk menguranginya dari sekarang.

Istirahat yang cukup dapat membuat organ bekerja optimal.

Kelola stress dengan baik dan benar. Karena sehatnya jiwa akan berdampak pada sehatnya raga.

Sepertinya sepele. Tapi dengan melakukan CERDIK, berarti kita telah berusaha untuk sehat dimasa muda sebagai investasi bahagia dimasa tua. Dimulai dari diri kita kemudian ajak keluarga dan lingkungan sekitar kita. Orang cerdik lakukan aksi CERDIK sekarang, agar tidak menyesal nanti.

dr. Verdira Asihka

Penulis : dr Verdira Asihka

         

About Admin

Check Also

LDII Sumbar dukung upaya pemberantasan narkoba hingga tingkat nagari

  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia mendukung upaya pemberantasan narkoba atau sejenisnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.