Pemda Kota Padang gelar aksi Deklarasi Padang Bersih Maksiat

Share to :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (kanan) memperkenalkan Ketua DPD LDII Kota Padang Ir H Gustav (kiri) kepada ribuan peserta Deklarasi Padang Bersih Maksiat di GOR Haji Agus Salim, Minggu (18/11)

Padang (Lines Sumbar) – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang menyatakan sikap mereka menolak segala bentuk kemaksiatan seperti perzinaan, lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT), judi dan minuman keras di kota berjuluk “Kota Bengkuang” tersebut.

Hal tersebut terlihat dalam aksi Deklarasi Padang Bersih Maksiat yang diikuti ribuan orang di GOR Haji Agus Salim, Minggu (18/11). Dalam aksi tersebut juga dilakukan jalan bersama dari GOR Haji Agus Salim menuju Kantor Gubernur Sumbar, aksi yang diikuti ribuan orang memadati badan jalan yang mereka lewati sembari melakukan orasi, dan memajang spanduk bentuk penolakan mereka terhadap aksi maksiat.

Wali Kota Padang sedang berorasi dalam Deklarasi Padang bersih maksiat di GOR Haji Agus Salim, Minggu (18/11)

Deklarasi Padang Bersih Maksiat ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat Kota Padang yang terdiri dari unsur pemerintahan, organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas, Majelis Ta’lim, mahasiswa/I dari berbagai perguruan tinggi, santri pondok pesantren, siswa/I SMA dan SMP serta seluruh masyarakat yang membawa spanduk berisi kecaman terhadap pelaku maksiat dan LGBT.

Ketua DPD LDII Kota Padang Ir H Gustav mengatakan dalam aksi ini ada sekitar 100 orang yang terdiri dari generasi muda, santri dan da`i LDII yang menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kemaksiatan karena akan mendatangkan azab dari Allah SWT.

Sementara Wali Kota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP dalam sambutannya mengajak masyarakat secara bersama-sama menjadikan Kota Padang bersih dari maksiat.

Kegiatan deklarasi diisi dengan tausyiah agama oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc, MA atau yang dikenal dengan sebutan ustadz “Akhir Zaman” dan Muhammad Syamsi Ali yang merupakan Imam Masjid di New York, Amerika Serikat.

Para ulama tersebut mengajak umat bersatu menghadapi kemaksiatan karena dampaknya sangat besar apabila masih dilakukan. Masyarakat perlu mewaspadai akibat yang timbul dari perilaku maksiat tersebut.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan deklarasi bersama oleh unsur pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang berbunyi :

Bismillahirrahmanirrahim

Pada hari Minggu, tanggal 18 November 2018, kami menyatakan :

  1. Mendukung langkah pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Kota Padang yang bersih dari maksiat seperti bersih dari perbuatan zina, LGBT, Narkoba, Miras dan lainnya.
  2. Dihimbau kepada masyarakat, organisasi, lembaga pemerintah dan swasta serta perguruan tinggi agar tidak melakukan perbuatan yang berbau maksiat.
  3. Mari kita pelihara persatuan dan kesatuan, kita ciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman, tertib serta bersih dari maksiat . (MIQ/Lines Sumbar)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram