
Pekanbaru (14/11). Ratusan generasi muda LDII Riau memperingati hari pahlawan dengan menggelar aksi peduli ligkungan pada Minggu (10/11). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan generasi penerus untuk menghormati jasa pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Ratusan generasi muda ini turun ke jalan, membersihkan sampah di taman kota, sekitar masjid, dan tempat umum lainnya. Selain itu, mereka juga melakukan penanaman pohon di sejumlah titik untuk mendukung program penghijauan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Aksi peduli lingkungan ini merupakan inisiasi dari DPW LDII Riau. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan alam.
Ketua DPW LDII Riau, Imam Suprayogi menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya untuk meneruskan semangat pejuang kepada generasi muda yang memegang nasib bangsa. Menurutnya, penting untuk mengenalkan tanggung jawab lingkungan sejak dini agar sumber daya yang dimiliki bumi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan hingga generasi berikutnya.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya merayakan Hari Pahlawan dengan upacara, tetapi juga dengan berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari perjuangan kita untuk masa depan yang lebih baik,” tambah Imam Suprayogi
Sejumlah peserta juga mengungkapkan bahwa mereka merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Hari Pahlawan kali ini sangat berbeda. Kami tidak hanya mengenang pahlawan di masa lalu, tetapi juga berkontribusi untuk menjaga bumi yang kita huni,” ujar Rina, seorang pelajar SMA AMBS Kota Pekanbaru.
Melalui berbagai kegiatan yang diadakan pada Hari Pahlawan ini, DPW LDII Riau berkomitmen untuk terus mengedukasi dan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam pelestarian alam. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadi pahlawan dalam bentuk lain, yaitu melalui aksi-aksi kecil namun berdampak besar terhadap keberlanjutan bumi dan kehidupan (Moel) editor : Thifla

Oleh: Budi Moel (contributor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



