Piala Dandim 0623 Cilegon, Pesilat PERSINAS ASAD Kabupaten Serang Raih 5 Medali

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Cilegon (17/12). Lima pesilat PERSINAS ASAD Kota Cilegon dan Kabuaten Serang berhasil meraih medali pada kompetisi “Cilegon Silat Open II Piala Dandim 0623/Cilegon”, yang berlangsung di Assa Sport Centre, Kota Cilegon, Banten, pada 13-15 Desember 2024.

Pesilat tersebut adalah Hikmah Husna Jaya, Fajar Alfarizki, Setiyaki Admaja Wijaya, M Louis dan El Barca yang merupakan generasi muda LDII. “Alhamdulillah kami berhasil meraih tiga medali emas dan dua medali perak pada piala Dandim 0623. Tentunya ini menjadikan kami menambah semangat dalam meraih prestasi selanjutnya, baik itu dalam bidang akademik maupun non akademik,” ungkap para pesilat.

Pada kompetisi tersebut, Setiyaki berada pada kategori kelas C dengan bobot sekitar 47-51kg, Hikmah dan Louis berada pada kategori kelas D dengan bobot sekitar 51-55kg, sedangkan Fajar dan El Barca berada pada kategori kelas F dengan bobot sekitar 59-63kg. Mereka mengungkapkan keberhasilan yang diraih ini tidak lepas dari dukungan teman, guru, kedua orang tua, serta kerja keras pelatih.

“Pelatih kami sering menjadi sandsack anak muridnya. Hal ini dilakukan untuk menilai serta memancarkan kemampuan yang telah dikuasai, baik itu teknik pukulan, tendangan, maupun bantingan. Tidak hanya itu, pelatih kami juga terus memberikan motivasi untuk berani menghadapi lawan, seberat apapun itu,” ungkap mereka.

Piala Dandim 0623 merupakan ajang kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh komandan distrik militer (Dandim) Kota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Kodim 0623/Cilegon. “Kompetisi piala Dandim 0623 ini diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai perguruan pencak silat yang ada di Provinsi Banten,” kata Hikmah.

Hikmah bercerita mengenai persiapan menjelang kompetisi. “Biasanya saya latihan baik fisik maupun teknik di malam hari, ketika sudah bebas dari segala kegiatan sekolah, mengaji, maupun amal sholih,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Fajar mengungkapkan meskipun lingkungannya berada di sekolah dan asrama, semua telah tersusun di jadwal dari pagi hingga malam. “Namun itu bukan penghalang untuk tidak berlatih dan terus mengembangkan kemampuan bela diri pencak silat,” kata Fajar.

Keduanya berpesan untuk terus mencoba dan jangan pernah takut gagal. “Lebih baik gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Dengan kita gagal, tanpa disadari itu bisa menjadi pembuka jalan menuju kesuksesan di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Mereka juga berpesan agar berani bersuara, mengemukakan pendapatnya ketika benar. Tidak lupa juga menjaga pergaulan, berteman dengan teman yang memberikan dampak positif.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram