Mengisi Libur Sekolah, Ponpes Budi Mulia Gelar Asrama Kutubusittah

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Tangerang (30/12). Pondok Pesantren Budi Mulia Kabupaten Tanggerang, Banten merupakan pondok pesantren di bawah naungan LDII Banten. Mengisi liburan sekolah, digelar asrama yang selaras dengan program kerja LDII dengan 8 kluster terutama di bidang pendidikan, yaitu menggelar “Asrama Kutubus Sittah”.

Asrama tersebut menghadirkan kelas yang menawarkan materi pembelajaran yang telah disiapkan oleh pihak pondo pesantren. Dalam asrama, setiap kelas sudah memiliki guru dakwah dan materi Al Hadist yang siap diajarkan di pondok.

Hal ini memungkinkan para santri untuk memilih materi yang mereka minati dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Dengan metode ini, para santri dapat belajar dengan lebih fokus dan cepat dalam menguasai materi yang mereka pilih.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Mulia, Maksum mengatakan bahwa pada tahun ajaran baru 2024/2025 para santri ditargetkan untuk menuntaskan materi kelas sesuai jenjang mereka masing-masing melalui program asrama ini.

“Program ini memfasilitasi santri yang ingin menuntaskan materi yang belum tercapai. Bidang pendidikan Ponpes Budi Mulia memprogramkan beberapa titik kelas untuk pelayanan penuntasan materi, baik Al Quran dan Al Hadits,” ujar Maksum.

Lebih lanjut, Maksum menegaskan, Ponpes Budi Mulia terus berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan mendukung perkembangan potensi para santri di berbagai bidang sesuai dengan program LDII.

Sementara itu, salah seorang Guru Pondok Budi Mulia, Ust. Suwanda mengatakan, melalui kegiatan tersebut para santri dapat memanfaatkan waktu liburan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan sesuai dengan arahan 8 kluster pengabdian untuk bangsa di antara program pendidikan yang menjadi salah satu fokus LDII.

Asrama ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai ajang interaksi dan berbagi ilmu antarsantri. Setiap santri memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi minat mereka dan belajar dengan cara yang lebih menyenangkan,” tegas pria yang akrab disapa Wanda itu.

Hal senada disampaikan oleh Yusuf salah satu guru pemateri menyebut kegiatan asrama sangat bermanfaat untuk menyelesaikan materi yang belum tuntas. Selain itu, Yusuf mengaku penyampaian asrama ini dapat jadi pendalaman dari materi yang ada.

“Banyak materi yang perlu saya sampaikan, karena ketinggalan atau kekurangan saat mengaji, tapi dengan program ini alhamdulillah saya bisa menuntaskan materi itu. Kami berharap program ini dirutinkan dengan menambah guru pengajarnya agar kami lebih maksimal,” pungkas Yusuf.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram