
Tangerang (27/1). Anggota pramuka siaga dan penggalang dari Gugus Depan 01.279-01.280 Sunan Kalijaga dan Siti Khotijah yang berpangkalan di Masjid Al Jihad, Suka Asih, Tangerang mengikuti latihan gabungan siaga dan penggalang pada Jumat (13/12). Latihan gabungan yang dikuti oleh pramuka siaga dan penggalang dilaksanakan di halaman Masjid Al Jihad, Tangerang.
Acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan dan persahabatan antar anggota pramuka ini juga sebagai wadah kaderisasi kepengurusan Dewan Muda Cabang (DMC) untuk generasi selanjutnya. Hal itu disampaikan Arif Nurokhim, Pinsakocab SPN Kota Tangerang.
Ia menyebutkan, dewan muda bertujuan mengembangkan bakat kepemimpinan dan pengabdian kepada gerakan pramuka, masyarakat, bangsa, dan negara. “Memberikan kesempatan kepada pramuka siaga dan pramuka penggalang untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman dalam karakter masing-masing,” imbuhnya.
Arif Nurokhim yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berkesempatan mengenalkan Sako SPN di hadapan peserta. Ia berharap, dengan mengikuti kegiatan bersama semacam ini, Sako SPN akan semakin dikenal di kalangan anggota pramuka, dan dapat terus berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi bangsa melalui wadah gerakan pramuka.
Sementara itu, Sakocab SPN Kota Tangerang kembali menggelar latihan gabungan di pangkalan Masjid Annafiun, Sawah Dalam, Tangerang, pada 11-12 Januari 2025. Latihan gabungan diikuti 60 orang utusan dari 6 gugus depan Sako SPN se-Kota Tangerang.
“Negara kita akan menghadapi bonus demografi tahun 2025 nanti sehingga melalui kesempatan ini, kami berusaha untuk mempersiapkan para penegak dan Penggalang untuk menjadi pribadi yang mandiri di manapun berada, disiplin, berthabiat luhur, dan percaya diri,” Kata Arif saat membuka latihan gabungan.
Juga menjabat sebagai Pinsakoda SPN Banten ini, Arif dalam amanatnya mengatakan bahwa sako SPN adalah gerakan pramuka yang berbasis masjid dan pesantren. Untuk itu LDII sebagai salah satu lembaga dakwah telah berkomitmen untuk melakukan program-program positif termasuk di antaranya kegiatan latihan gabungan Sako SPN.
Melalui acara ini pula, lanjutnya, LDII ingin menyahuti tujuan pendidikan nasional yang menginginkan para peserta didiknya memiliki karakter yang kuat yaitu dengan mengadakan latihan gabungan dalam bentuk latihan kemandirian. “Pembelajaran agama atau pelatihan karakter tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan, tapi juga dapat dilakukan di outdoor seperti ini. Kami juga ingin memperkenalkan apa itu pramuka khususnya Sako SPN kepada para penegak dan penggalang,” jelas Arif Nurokhim.
Adapun pembinaan pramuka LDII itu adalah pembentukan 29 karakter luhur, “Kami berharap melalui program ini, para penggalang dan penegak dapat menerapkan apa yang telah mereka miliki untuk dapat membimbing mereka masing-masing, dan juga kami ingin mereka bisa lebih mandiri, lebih berani, jujur, dan memperat solidaritas serta silaturrahim dengan gudep-gudep lainnya,” pungkas Arif Nurokhim.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



