
Muara Enim (21/5). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Catur Wulan II Tahun 2025 di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 3 Mei 2025. Mengusung tema sentral “Mewujudkan Sumber Daya Manusia Profesional Religius dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pengurus LDII se-Sumsel untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan mengakselerasi program kerja.
Rakorwil yang rutin diadakan setiap empat bulan sekali ini dihadiri oleh para ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII dari 16 kabupaten/kota di seluruh Sumatera Selatan. Turut hadir pula peninjau dari berbagai organisasi mitra tingkat provinsi, termasuk Senkom Mitra Polri, Persinas ASAD, FORSGI, dan SPN Sekawan Persada Nusantara, menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat.
Acara dibuka oleh anggota Dewan Penasehat DPW LDII Sumsel KH Subli AS yang menekankan pentingnya istiqomah dan kesinambungan dalam membesarkan organisasi. “Tidak ada perjuangan yang selesai. Komitmen membesarkan organisasi harus terus dijaga dengan kesungguhan, kekompakan, dan kerja sama yang erat dengan pemerintah serta semua stakeholder di setiap tingkatan,” ujarnya penuh semangat.
Ketua DPW LDII Sumatera Selatan, H. Rahmatullah menjelaskan bahwa Rakorwil memiliki peran krusial dalam mengevaluasi dan menyelaraskan implementasi delapan klaster program unggulan LDII. Klaster tersebut meliputi bidang keagamaan, kebangsaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi terbarukan. “Melalui Rakorwil ini, kita dapat mengidentifikasi capaian dan kendala di lapangan, serta merumuskan strategi lanjutan untuk mewujudkan LDII yang profesional religius, berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, serta tetap dalam bingkai NKRI,” tegas H. Rahmatullah.
Dipimpin oleh Sekretaris DPW LDII Sumsel, Jusef Imelsa, Rakorwil ini mengagendakan laporan pelaksanaan program kerja dari masing-masing DPD LDII kabupaten/kota, pembahasan isu-isu strategis organisasi, serta sinkronisasi rencana kerja untuk empat bulan mendatang.
Momen penting lainnya dalam Rakorwil ini adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengesahan Dewan Penasehat dan Personalia Pengurus DPD LDII Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Masa Bakti 2025–2030. SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW LDII Sumsel kepada Ketua DPD LDII OKU Timur, H. Mulyanto yang didampingi oleh Sekretaris Arif Syaifudin dan Dewan Penasehat H. Ngadino.
Sebagai wujud pemerataan peran dan penguatan jaringan internal, DPW LDII Sumsel menerapkan sistem rotasi tuan rumah untuk pelaksanaan Rakorwil Catur Wulan. Inisiatif ini bertujuan untuk mempererat silaturahim antar pengurus daerah, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta memperkaya wawasan pengelolaan organisasi berbasis kolaborasi.
Dalam kesempatan ini, telah diputuskan bahwa DPD LDII Kota Palembang akan menjadi tuan rumah untuk Rakorwil selanjutnya. Kegiatan Rakorwil di Muara Enim ini menjadi momentum penting bagi LDII Sumatera Selatan untuk semakin memantapkan perannya dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan religius, LDII Sumsel menunjukkan komitmennya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Oleh: A ???? (contributor) / rully kuswahyudi (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



