LDII Bantul Dukung Germas, Dorong Kesadaran Jaminan Sosial bagi Nelayan Tangkap

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bantul menyambut positif program sosialisasi Jaminan Sosial bagi pelaku usaha perikanan tangkap yang digelar Rabu, 14 Mei 2025, di Pedak RT 04, Wijirejo, Pandak, Bantul. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, DPRD DIY, dan DPD LDII Kabupaten Bantul untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua DPD LDII Kabupaten Bantul, Nanang Dwi Antoro, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat, khususnya warga LDII, mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan jaminan sosial. “Ini langkah nyata untuk mendorong produktivitas masyarakat. Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan menyiapkan generasi emas 2045,” ujarnya. Salah satu narasumber, Andi Prasetyo Gunawan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, memaparkan pentingnya pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di kalangan nelayan tangkap. Menurutnya, pembentukan KUB tidak hanya memudahkan akses bantuan, tetapi juga memperkuat posisi tawar nelayan dalam industri perikanan. “KUB adalah pondasi dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang berdaya saing,” katanya. Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi produktivitas. Ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke dan hipertensi di DIY harus disikapi serius. “Kesehatan kini menjadi aset penting. Di era yang serba cepat, satu gangguan kesehatan saja bisa berdampak besar terhadap aktivitas dan produktivitas,” tuturnya. Lebih lanjut, Danang mengajak masyarakat untuk menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa praktik germas yang dianjurkan antara lain berolahraga minimal 30 menit per hari serta mengonsumsi makanan bergizi, termasuk ikan. “Mayoritas penderita PTM adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun. Maka, menjaga kesehatan hari ini adalah investasi untuk masa depan,” tambahnya. Sementara itu, narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan Bantul, Afrizal, menjelaskan prosedur dan manfaat dari keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha perikanan. Ia menjabarkan proses pendaftaran, pembayaran iuran, hingga mekanisme klaim yang bisa dimanfaatkan oleh peserta. “Cukup dengan KTP dan iuran bulanan yang terjangkau, masyarakat sudah bisa mendapatkan perlindungan dari risiko kerja,” ujarnya.

Oleh: Kafa Sholihah (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram