
Serang (11/7). DPW LDII Provinsi Banten menghadiri undangan dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten untuk berpartisipasi dalam kegiatan Peaceful Muharram 1447 H: Lebaran Yatim dan Difabel 2025. Mengangkat tema “Damai Bersama Manusia dan Alam Sebagai Bentuk Refleksi Spiritual dan Sosial Atas Semangat 10 Muharram Yang Sarat Makna Kepedulian”.
Acara itu dihelat Kanwil Kemenag bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Banten. Acara berlangsung pada Senin (7/7) di halaman Masjid Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Provinsi Banten.
Kepala Kanwil Kemenag Banten, KH Amrullah, menyampaikan bahwa acara ini merupakan awal dari gerakan sosial yang lebih luas. Ia melihat momentum Muharram sebagai saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas, tidak hanya di antara sesama umat Islam, tapi juga terhadap seluruh makhluk Tuhan. “Biasanya 10 Muharram hanya diisi untuk santunan anak yatim. Tapi sekarang kami libatkan juga saudara-saudara difabel. Ini bentuk perluasan makna ibadah sosial yang ingin kami gaungkan,” ujar Amrullah.
Ia menambahkan, konsep ini diharapkan terus berkembang, melibatkan lebih banyak pihak seperti warga terlantar, komunitas marginal, dan mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (penais), Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Banten, Badrulsalam menjelaskan bahwa anggaran untuk kegiatan ini diperoleh melalui zakat. “Santunan ini memang tidak seberapa, namun kami berharap bisa memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak. Kami juga mendoakan mereka agar selalu sukses dan mencapai keberhasilan di masa depan,” ujarnya.
Dalam berbagai hal, Badrulsalam mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kepedulian dan perhatian Kemenag Banten terhadap anak-anak yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. “Kami percaya bahwa anak-anak ini memiliki potensi luar biasa yang perlu terus dikembangkan. Dengan dukungan yang tepat, mereka akan menjadi orang-orang hebat yang mampu meraih cita-cita mereka di masa depan,” kata Badrulsalam.
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito yang turut hadir mengungkapkan, tujuan kegiatan tersebut adalah memperkuat pemahaman dan kepedulian bersama antara lembaga keagamaan dan masyarakat. “Kami mendukung program keagamaan yang sosial dan berkelanjutan di Banten sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Dimo mengungkapkan, kegiatan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan keagamaan. “Seperti tokoh agama dan pejabat Kemenag, semua unsur elemen masyarakat harus memiliki rasa peduli kepada sesama terkhusus anak yatim dan difabel, karena kita yang membantu mereka akan mendapatkan banyak sekali kebaikan dari Allah SWT,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kanwil Provinsi Banten Amrullah, Ketum MUI Provinsi Banten KH. A. Bazari Syam, Ketua FKUB Banten KH. A. M. Romly, Ketua BAZNAS Banten KH Soleh Hidayat, Ketua DMI Banten KH. Bunyamin Hafidz, PWNU Banten diwakili KH. Abi Muhibi, Ketua Al Khairiyah Ali Mujahidin; Ketua PW Mathla’ul Anwar Banten Ahmad Taufiq Rohman, Ketua dan Sekretaris LDII Banten, Dimo Tono Sumito dan Kabid Bagaskara, Kepala Kemenag kab/kota se-Provinsi Banten.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen Kemenag Banten dalam mendukung kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketum MUI Banten KH. Bazari Syam, mengharapkan keberkahan dan kesuksesan bagi anak-anak yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, namun juga memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas di masyarakat. Kedepannya, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak dan masyarakat Provinsi Banten secara keseluruhan.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



