
Purwakarta (12/7). GOR Futsal Purnawarman menjadi saksi semangat juang ratusan pesilat muda dalam “Kejuaraan Pencak Silat Purwakarta Challenge 2025” yang resmi dibuka pada Rabu (2/7). Ajang bergengsi ini diikuti atlet dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Purwakarta.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Purwakarta, Mohamad Ramdhan, yang hadir mewakili Bupati Saepul Bahri Binzein, membuka acara dengan menegaskan pentingnya kejuaraan ini sebagai sarana pembinaan karakter dan pelestarian budaya.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarperguruan dan memperkuat jati diri bangsa melalui warisan budaya pencak silat,” ungkap Ramdhan.
Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus proses pembinaan atlet sejak usia dini.Persinas Asad Purwakarta tampil dominan dengan mencatat sejumlah prestasi, meliputi Juara Umum 3 kategori Usia Dini, Juara Umum 3 kategori Pra Remaja.
Ketua Persinas Asad Purwakarta, Arip Aprianto, menyampaikan rasa syukur atas capaian para atlet. “Kami dari tim pelatih, official, dan para atlet mengucapkan terima kasih kepada para pembina, pengurus, serta seluruh warga Asad yang telah mendoakan dan menyemangati kami, khususnya para orang tua atlet,” ujarnya.
Atas torehan gemilang itu, LDII Kabupaten Purwakarta turut menyampaikan apresiasi. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan prestasi Tim Persinas Asad di ajang Purwakarta Challenge. Ini buah dari pembinaan berkelanjutan dan dedikasi pelatih, official, serta dukungan orang tua dan warga LDII,” ujar J. Harpe.
Kejuaraan yang digagas oleh Sayap Putih Management ini memperebutkan piala dari Kemendikbudristek, Bupati Purwakarta, dan Ketua IPSI Purwakarta. Panitia juga menyediakan total hadiah berupa 100 matras dan uang pembinaan pelatih sebesar Rp10 juta.
Acara yang disponsori NXTY Sportwear, BPJS Ketenagakerjaan, dan pihak lainnya ini berlangsung meriah, diawali parade kontingen, penampilan seni pencak silat, dan dukungan hangat dari masyarakat, orang tua, dan para pelatih.
Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



