Mondok Sambil Sekolah, Investasi Ilmu dan Amal Generus LDII di Gadingmangu

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

 

Jombang (19/7). SMA Budi Utomo Gadingmangu, Perak, Jombang, menggelar pembukaan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru pada Senin (14/7). Ratusan pelajar terlihat hadir dalam kegiatan tersebut. Pondok Pesantren Gadingmangu yang menaungi SMA Budi Utomo merupakan lembaga pendidikan yang menggabungkan sekolah formal dan pendidikan agama.

Pondok ini awalnya hanya mengajarkan ilmu agama. Sejak 1982, para ulama LDII menggagas konsep mondok sambil sekolah dengan tujuan memadukan ilmu umum dan ilmu agama.

Sekolah formal yang dinaungi Yayasan Budi Utomo sejak 1996 tetap mengikuti kurikulum pemerintah, sementara pendidikan pesantren tetap berjalan terpisah dengan materi khas pesantren, seperti bacaan Al-Quran, pegon (Arab Melayu), makna Al-Quran dan Al-Hadist. Para santri terbagi dalam dua kategori, yaitu santri reguler dan santri yang juga bersekolah.

Menurut Suroto, pendidikan anak-anaknya sengaja diarahkan dengan format sekolah sambil mondok untuk memberikan bekal ilmu yang maksimal, baik dunia maupun akhirat.

“Ketika anak kita menginjakkan kaki di pondok, hati orangtua sering terasa berat. Rasa khawatir, rindu, dan waswas menyelimuti. Namun ingatlah pesan Rasulullah: ‘Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup di zaman yang bukan zamanmu’,” ujarnya.

Ia menambahkan, pondok pesantren adalah tempat tarbiyah yang menanamkan ilmu, adab, dan ketakwaan. “Di sana mereka belajar mandiri, menghafal Al-Quran, bergaul dalam kebaikan. Bukankah ini impian setiap orang tua? Yakinlah bahwa Allah lebih sayang pada anak kita daripada kita sendiri, ilmu agama adalah warisan terbaik, lebih kekal dari harta dunia, dan setiap kesulitan akan disertai kemudahan,” tuturnya sambil mengutip QS. Ath-Thalaq: 2.

Suroto juga berpesan kepada para orang tua agar mempercayakan anak-anaknya kepada para guru. “Mereka adalah pewaris Nabi yang mengajar dengan hati. Lihatlah ini sebagai investasi akhirat. Pahala akan terus mengalir setiap kali anak membaca Al-Quran atau berbuat baik,” pungkasnya.

Dengan keberadaan Pondok Pesantren Gadingmangu, diharapkan generasi LDII meraih tiga target utama, yaitu ilmu pengetahuan, kemandirian, dan kefakihan dalam agama, sebagai bekal menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman.

 

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram