
Kebumen, 26 Juli 2025 — DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar Silaturahmi Kebangsaan Jilid V di Hotel Candisari, Karanganyar, Sabtu pagi. Kegiatan ini mempertemukan berbagai tokoh strategis, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh lintas agama, ormas, akademisi, hingga masyarakat umum, dalam forum kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Acara berlangsung hangat dan akrab. Sejumlah tokoh hadir, antara lain Joyo Suharto dari Polres Kebumen, Sulistiyo Hadi dari Kejari Kebumen, Sularso mewakili Kodim 0709, serta perwakilan dari Kesbangpol, Juman dan Sri Kartini. Dari ormas Islam tampak Joko Purnomo dari Muhammadiyah dan Warisin dari MTA. Hadir pula tokoh lintas agama seperti Hardi Nugroho dari MUKI dan Pendeta Reinhard serta Sukiswanto dari BKSGK Kebumen.
Sularso, yang mewakili Kodim 0709, menyampaikan bahwa TNI dalam masa damai lebih mengandalkan pendekatan humanis. “Senjata kami hari ini adalah senyuman dan rangkulan, bukan senjata api. Kebumen sudah membuktikan bahwa perbedaan tidak harus menimbulkan konflik,” ujarnya. Ia juga berpesan agar masyarakat terus menjaga kebahagiaan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPD LDII Kebumen, Gunardi, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program Silaturahmi Kebangsaan Jilid V yang digagas DPW LDII Jawa Tengah dan diikuti secara daring oleh seluruh DPD se-provinsi. Namun, khusus di Kebumen, acara digelar secara luring dengan melibatkan tokoh lintas agama dan lembaga strategis di daerah.
“Meski berbeda latar belakang, kita bisa duduk bersama, saling mendengar, dan mempererat tali kebangsaan. Ini bukan hanya simbol, tetapi komitmen nyata LDII dalam merawat persatuan Indonesia,” kata Gunardi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap keutuhan NKRI.
Dari unsur Kementerian Agama, Salim Wazdy menyambut baik inisiatif LDII. Ia menilai kegiatan ini membuka ruang dialog yang sehat antarumat beragama. “Silaturahmi ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi lintas iman dan mempererat persaudaraan kebangsaan. Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar jika terus dirawat,” tuturnya.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang penuh keakraban. Para peserta berdiskusi santai sambil memperkuat komitmen untuk menjaga kebhinekaan. LDII Kebumen menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

——————–

——————–

Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



