Tingkatkan Kepedulian, PMI Pedan Bersama LDII dan Senkom Gelar Donor Darah

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

——————–

——————–

Klaten — Suasana Aula Kecamatan Pedan, Rabu siang, 27 Agustus 2025, terasa berbeda. Kursi-kursi berderet rapi, meja pemeriksaan kesehatan sudah dipenuhi tenaga medis, sementara sejumlah warga tampak antre dengan wajah tenang. Mereka datang bukan untuk mengurus administrasi, melainkan untuk ikut serta dalam aksi donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pedan.

Kegiatan sosial ini sudah menjadi agenda rutin PMI setiap tiga bulan sekali. Namun kali ini, suasananya terasa lebih istimewa. Selain bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80, donor darah juga diramaikan oleh kehadiran relawan lintas instansi dan organisasi. Ada TNI-Polri, para guru sekolah, hingga komunitas masyarakat seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Senkom Mitra Polri.

Ketua PMI Kecamatan Pedan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Camat Pedan, Sumarsih, mengatakan donor darah bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian sosial. “Harapannya, kegiatan donor darah bisa terus berkesinambungan. Kami ingin masyarakat makin sadar bahwa donor darah bukan hanya menolong orang lain, tapi juga menyehatkan bagi pendonornya,” ujarnya.

Antusiasme serupa juga datang dari LDII. Ketua PC LDII Pedan, Suwarto, menyebut partisipasi warganya dalam donor darah sebagai bentuk implementasi nilai luhur organisasi. “Kami bangga bisa ikut serta. Setetes darah yang disumbangkan bisa jadi penyelamat nyawa bagi orang lain. Semoga semakin banyak warga yang tergerak untuk berbagi,” katanya.

Tak sedikit relawan yang mengaku sudah menanti kegiatan ini. Bagi mereka, donor darah bukan lagi sekadar rutinitas, tapi semacam panggilan kemanusiaan. Kehadiran lintas unsur masyarakat membuat acara semakin terasa guyub, mencerminkan nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Pedan.

PMI berharap kegiatan ini bisa memperkuat solidaritas sosial antarwarga dan menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit. Sebab, kebutuhan darah setiap tahun terus meningkat, sementara jumlah pendonor sering kali tidak sebanding.

Di balik botol-botol darah yang terkumpul, tersimpan sebuah harapan: bahwa kepedulian tak hanya berhenti di Aula Kecamatan Pedan, melainkan menjalar ke lebih banyak hati yang bersedia memberi tanpa pamrih.

Oleh: Rizal Putra Milda 0812 7229 3074 (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram