Padang (7/2). LDII Padang menggelar pengajian wanita akbar yang membahas isu kesehatan wanita dengan tajuk Siklus Haid Tidak Teratur dan Gejala PCOS pada Wanita. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Miftahul Huda, KPIK, Koto Tangah, Padang, pada Sabtu (7/2).
Putri Sri Lasmini, SpOG(K), selaku pembicara utama dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa haid atau menstruasi pada seorang wanita merupakan simbol fitrah dan kesempurnaan diri. “Seorang wanita sehat dan berpeluang memiliki keturunan biasanya memiliki siklus haid yang teratur. Ini adalah nikmat dari Allah yang harus disyukuri, karena berdasarkan data tidak semua wanita mengalami haid yang teratur,” jelas anggota Biro PPKK LDII Sumbar itu.
Ia menambahkan bahwa pada kasus wanita dengan haid tidak teratur sering kali ditemukan penyebab berupa gangguan hormonal maupun kegemukan. Menurutnya, kondisi tersebut masih dapat diupayakan kesembuhannya. “Salah satu gangguan kesehatan reproduksi, yaitu PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik), juga dapat menjadi penyebab tidak teraturnya haid atau menstruasi. Hal ini jangan dibiarkan terlalu lama hingga memburuk. Mari upayakan pemeriksaan medis kepada dokter atau tenaga kesehatan yang tepat,” tambahnya.
Putri yang kerap disapa dr. Kiki itu juga menekankan bahwa ketidakseimbangan hormon turut memengaruhi kesehatan reproduksi. “Dalam dunia medis dikenal istilah kelebihan hormon androgen pada wanita atau hiperandrogenisme, yaitu kondisi ketika kadar hormon androgen (seperti testosteron) melebihi batas normal. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh PCOS, gangguan adrenal, atau tumor. Upaya sederhana yang dapat dilakukan para wanita dan calon ibu adalah memulai pola makan sehat dan berolahraga secara rutin,” pungkasnya.

Anggota Bagian PPKK LDII Padang, Sentya Fitriani, kepada pewarta Lines menjelaskan bahwa acara ini merupakan program kerja rutin LDII. “Setiap bulannya majelis taklim ini kami selenggarakan sebagai upaya meningkatkan kepahaman, kealiman, dan kefaqihan. Selain itu, isu kesehatan dan keharmonisan rumah tangga juga menjadi topik penting dalam setiap pertemuan, seperti hari ini,” tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan pelaksana acara. Antusiasme para peserta dinilai sangat tinggi sehingga suasana pengajian terasa hidup dengan banyaknya diskusi dua arah. “Syukur alhamdulillah, acara ini berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Saya percaya di balik banyaknya isu kesehatan pada wanita, kesehatan organ reproduksi sering menjadi perhatian khusus, terutama bagi keluarga baru yang sedang dalam masa promil,” jelasnya.
Acara yang dihadiri seratus lebih kaum ibu dari majelis taklim LDII se-Kota Padang itu ditutup dengan silaturahim dan makan rujak bersama sebagai upaya meningkatkan persaudaraan di antara para peserta. (Rohmat/Nisa)



