Dharmasraya (15/2). Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persinas ASAD Dharmasraya menggelar Pasanggiri Usia Dini di Padepokan Persinas ASAD Padang Bintungan, Nagari Silanggaung, Kabupaten Dharmasraya pada Minggu (8/2) silam. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari Korda II yang meliputi Pengkot dan Pengkab Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, serta Kabupaten Dharmasraya sebagai tuan rumah.
Ketua Pengprov Persinas ASAD Sumatera Barat, Roy Gabro Pandeka Sutan Parpatiah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pasanggiri tersebut. Ia menilai kegiatan usia dini ini sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet silat di Sumatera Barat. “Pasanggiri ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi wahana membangun mental juara sejak dini. Dari sinilah lahir pesilat-pesilat tangguh yang kelak membawa nama daerah,” ujarnya.
Gabro menambahkan bahwa, pembinaan berjenjang harus dimulai dari usia dini agar terbentuk teknik yang matang dan karakter yang kuat. Menurutnya, konsistensi latihan, kedisiplinan, serta bimbingan pelatih menjadi kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Ketua Persinas ASAD Kabupaten Dharmasraya, Candra Firdaus, mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme para peserta. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak dan dukungan orang tua serta pelatih. Ini menunjukkan bahwa pembinaan di daerah berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” tuturnya.
Candra menegaskan bahwa pasanggiri usia dini ini menjadi momentum penting untuk mencari bibit-bibit unggul yang tidak hanya terampil secara teknik, tetapi juga memiliki jiwa juang tinggi dan akhlakul karimah. “Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi pesilat yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter luhur, baik di arena pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Pembina Persinas ASAD Sumbar, H. Ismanu, turut menyatakan dukungan penuh terhadap program pembinaan usia dini tersebut. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter. “Melalui latihan yang terarah, anak-anak dilatih untuk menghormati guru, menjaga etika, serta memiliki mental yang kuat dan sportif,” jelasnya.
H. Ismanu juga berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang. “Jika karakter sudah tertanam sejak kecil, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi pendekar berbudi luhur sesuai moto Persinas ASAD, berjiwa besar menjadi pendekar berbudi luhur,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian apresiasi kepada para peserta sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan semangat mereka. Pasanggiri usia dini ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi pesilat muda yang tangguh, berprestasi, serta mampu menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.(Adin)




