Padang (30/3). Beberapa hari jelang Munas X LDII, Ketua DPW LDII Provinsi Sumatera Barat, H. Muchfiandi, memaksimalkan penghimpunan gagasan serta usulan dari warga dan masyarakat. Munas LDII X yang akan digelar pada 7–9 April mendatang akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan masa bakti 2021–2026 serta rekomendasi strategis organisasi untuk satu periode ke depan.
“Kami bersama 16 ketua kota/kabupaten se-Sumatera Barat telah siap berangkat menghadiri Munas di Jakarta pada 7–9 April mendatang. Adapun aspirasi warga serta masyarakat Sumatera Barat yang dititipkan kepada kami, insyaAllah akan kami sampaikan pada perhelatan lima tahunan tersebut,” ucapnya.
Muchfiandi menjelaskan, dalam rangka menyukseskan Munas ini, ia menginstruksikan kepada ketua LDII kota/kabupaten di Sumatera Barat untuk memanfaatkan momen silaturahim Syawal Idul Fitri 1447 H sebagai media komunikasi dengan para stakeholder dan mitra strategis LDII dalam membangun bangsa dan negara.
“Alhamdulillah, komunikasi sudah kami lakukan dengan Forkopimda, pimpinan ormas Islam, toga dan tomas, serta aparatur negara, guna mengumpulkan rekomendasi strategis pada pelaksanaan agenda Munas nanti di Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Munas X yang tinggal beberapa hari lagi.
Menurut KH Chriswanto, Munas X menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional, sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa.
“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar Munas X berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LDII di tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat silaturahim dengan para pemangku kepentingan di daerah masing-masing.
KH Chriswanto menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan pejabat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis lainnya, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspirasi yang dihimpun dari daerah tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, KH Chriswanto juga berharap momentum silaturahim Idul Fitri dapat memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama, pimpinan ormas, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan serta mempercepat pembangunan.
“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya.


