Jakarta (7/4). Ketua DPW LDII Sumbar beserta utusan peserta Musyawarah Nasional (Munas) X LDII dari Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan jalannya forum lima tahunan tersebut sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat daerah ke tingkatan nasional.
Munas X LDII yang digelar pada 7–9 April 2026 di Jakarta Timur menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan, termasuk memperkuat peran LDII dalam pembangunan bangsa ditengah ketidakstabilan kondisi global.
Ketua DPW LDII Sumatera Barat, H. Muchfiandi, menegaskan bahwa pihaknya bersama perwakilan dari 16 DPD kabupaten/kota telah mempersiapkan diri secara matang untuk mengikuti seluruh rangkaian Munas. “Kami dari unsur DPW bersama 16 ketua DPD se-Sumatera Barat siap berpartisipasi dalam Munas X ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial atau melengkapi quorum, namun tidak lain membawa mandat penting dari masyarakat dan warga LDII di Sumatera Barat. “Aspirasi warga dan masyarakat yang telah dititipkan kepada kami, insyaAllah akan kami paparkan secara utuh dalam forum Munas ini,” kata Muchfiandi.
Dalam proses penghimpunan aspirasi, Muchfiandi menjelaskan bahwa pengurus LDII di daerah telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan. “Kami memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk bersilaturahim dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masukan yang dibawa ke Munas benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di daerah. “Alhamdulillah, komunikasi dengan berbagai pihak berjalan baik, sehingga aspirasi yang dihimpun lebih komprehensif,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Sumbar Muhammad Abdillah, menilai Munas sebagai instrumen strategis untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap relevan. “Munas adalah strategi agar organisasi terus bisa berkontribusi, berkarya, dan berkomunikasi dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Munas bukan sekadar forum formal, tetapi ruang konsolidasi gagasan yang akan menentukan masa depan organisasi. “Ini menjadi alat pengungkit agar LDII semakin berkiprah, baik untuk keumatan maupun kebangsaan,” kata Abdillah.
Ia juga mengutip pesan Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso yang mengatakan bahwa Munas X merupakan momentum krusial untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan umat dan bangsa. “Aspirasi dari daerah akan menjadi bahan utama dalam pembahasan Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar berbasis kondisi riil,” tambahnya.
Dengan mengusung tema penguatan peran dalam membangun Indonesia yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban, Munas X LDII 2026 diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang profesional dan religius serta memperkuat tiga pilar utama organisasi, yakni karya, kontribusi, dan komunikasi, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. (RNY/Lines)


