Anjuran Rasulullah Untuk Menyegerakan Berbuka

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Ada hal unik yang jarang kita dengar  di luar bulan ramadhan, yaitu suara bedug dan bunyi deringan sirine yang berdendang bertalu-talu menandakan waktu berbuka puasa dan waktu imsak menjelang. Ketika salah satu dari dua sumber bunyi tersebut mulai mengudara, maka berlarianlah para anak kecil menuju meja makan setelah seharian berpuasa. Menjadi kenikmatan tiada tara ketika dahaga hilang serta perut kenyang setelah menyantap makanan. Eits, tapi jangan terlalu kenyang sehingga tak sanggup berdiri untuk menunaikan sholat wajib ya.

Selain sebuah kenikmatan tersendiri, menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba memang merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang tertera dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah berikut ini ;

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ

Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar dan Muhammad bin Ash Shabbah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Bapaknya dari Sahl bin Sa’d bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka bersegera dalam berbuka. ” (HR. Ibnu majah).

Dalam hadits tersebut dapat kita simpulkan mengenai anjuran Nabi untuk menyegerakan membatalkan puasa ketika waktu berbuka telah tiba maka akan mendapatkan kebaikan. Kebaikan yang dimaksud adalah mengikuti sunnah, tidak diragukan lagi bahwa mengikuti sunnah merupakan sebab kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, kebaikan yang bisa kita rasakan ialah ketenangan batin serta pikiran untuk beribadah sholat maghrib. Dengan perut sedikit terisi akan memberikan kekhusyu’an dalam ibadah kita lainnya. Hadits lain yang memperkuat anjuran menyegerakan berbuka disampaikan pula oleh Sahih Bukhori dalam haditsya yang berbunyi ;

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”. (HR. Bukhari).

Islam itu indah dan mudah, Allah selalu memberikan kasih sayangNya kepada setiap hamba yang mau beribadah. Menyegerakan berbuka juga merupakan bentuk kemurahan Allah terhadap hambaNya. Hal ini juga bisa kita didik sedari dini kepada anak-anak kita, bahwasannya penantian mereka menunggu adzan maghrib untuk segera berbuka, bukan hanya moment melepas dahaga atau sudah tak tahan karena terlena hidangan menggiurkan buatan ibunda tercinta. Akan tetapi juga ladang pahala karena bisa menetapi sunnah Rasulullah yang kita damba-damba kehadirannya kelak disurga. Tapi ingat, makan secukupnya dan segera ambil wudhu untuk sholat maghrib. (fka)

 

Penanggung Jawab Artikel :

Nama : Ust. H. Noer Hidayatulloh (H. Arofah  Almubarok) 

Email : h.noerhidayatulloh354@gmail.com

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram