Camat: Darma Bakti LDII Jebres Sangat Dirasakan Masyarakat Sekitar

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Surakarta (6/1). Camat Jebres Ari Dwi Daryatmo menghadiri dan membuka kegiatan Festival Anak Sholeh (FAS) Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Jebres, 25/12.

“Kami menyampaikan apresiasi dengan kemampuan anak-anak LDII, ternyata banyak talenta yang terpendam yang membuatnya terharu karena semangatnya anak-anak sholeh yang luar biasa.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti sebanyak 150 peserta, mulai dari usia PAUD dan SD se-Kecamatan Jebres. “Sangat kagum dengan pertunjukan putra – putri dengan pertunjukan pencak silat, serta tema Tri Sukses LDII mempunyai banyak arti yang mendalam apalagi untuk anak anak di zaman sekarang ini sangat dibutuhkan,” ujar Camat Ari.

Lebih lanjut Camat Ari Dwi menyampaikan, “Apresiasi dan terima kasih juga kami sampaikan pada bapak, Ibu pembina, kyai, ustadz-ustadzah, alim ulama yang telah membina mendidik rakyat Indonesia supaya menjadi generasi yang baik, darma baktinya LDII sangat terasa dan dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Para peserta FAS mulai berdatangan di halaman parkir Masjid Rhodhotul Jannah Jalan Porong, Dusun Pucangsawit Kecamatan Jebres. Hadir pula jajaran Muspika, Lurah, LP2 A, LPMK, DMI, dan beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Jebres. Tidak hanya itu, FAS diisi dengan berbagai lomba keagamaan, seperti lomba tahfidz Al Qur’an, tartil Al-Qur’an, adzan, doa – doa harian, cerdas cermat, da’i cilik, pencak silat, bahkan kemandirian yaitu masak – memasak. Sementara itu Kapolsek Jebres AKP Muhammad Fadlan dalam sambutannya mengatakan anak – anak binaan LDII sungguh luar biasa, dari masuk masjid sendal sudah ditata rapi.

“Saya masih muda disambut oleh bapak-bapak kyai, ustadz dan sesepuh, saya rasa kurang pantas seharusnya saya yang sungkem pada beliau semuanya,” ujar Fadlan.

Fadlan menjelaskan faqih alim, berakhlakul karimah, mandiri merupakan benteng yang kuat untuk menghadapi kondisi jaman sekarang yang sudah krisis sosial dan moral. Banyak orang tidak peduli masa bodoh individualis dan hilang rasa malu mengumbar aurat di media sosial hanya demi konten.

“Untuk Anak-anak dilarang belajar melalui YouTube ya, harus ada pembimbing, karena semua yang instan hasilnya tidak baik, anak-anak se – usia PAUD, TK , SD, SMP, permainan yang baik sering interaktif bermain dengan temannya, olahraga seperti sepakbola, dan lain – lain, ” jelasnya. “Kurangi bermain handphone (HP) karena kalau sudah kecanduan, hidup di angan-angan anti sosial, masa bodoh keinginannya yang serba instan, tidak mau bekerja tetapi ingin sukses dan itu tidak akan pernah tercapai, semua cita-cita harus ada perjuangan.” imbuhnya.

Ketua Pimpinan cabang (PC) LDII jebres H. Sukamto menjelaskan, bahwa tema yang dipilih dalam festival tersebut adalah Tri Sukses Generus LDII. “Dengan tema tri sukses generus LDII ini, kami berharap dapat menciptakan generasi muda yang alim / faqih, berakhlakul karimah dan mandiri.” jelas Sukamto. (ghoni/bayu)

Oleh: Rully Sapujagad (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram