Chriswanto Santoso Bekali Generus Jakarta Utara Soal Kepemimpinan

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Jawa Barat (18/9). Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso memberi pembekalan kepemimpinan untuk generus LDII Jakarta Utara dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) DPD LDII Jakarta Utara, yang dihelat di Villa Purnama, Bogor, Jawa Barat, pada 17-18 September 2022.

Di hadapan 105 peserta LDK, KH. Chriswanto Santoso menegaskan seorang pemimpin harus bisa self management atau mengatur diri sendiri sebelum managing other atau mengatur orang lain. Semua bermuara dari komitmen dan keteladanan.

“Banyak hal yang menyebabkan rakyat kehilangan kepercayaan pada pemimpin. Maka pimpinan harus memberi contoh keteladanan. Kepemimpinan lebih mengarah bagaimana kita bisa menjadi panutan. Saya meminta generus untuk bisa self manajemen dahulu baru managing other,” ujarnya.

KH. Chriswanto Santoso memaparkan, pandai mengatur diri sendiri akan mengajari individu untuk belajar menjadi teladan. Keteladanan menjadi sebuah proses yang penting untuk membangun kepercayaan. Jika kepercayaan sudah terbangun, orang yang mengatur akan bijak, dan orang yang diatur akan merasa ridho. Ketika generus mampu mengatur diri sendiri, KH. Chriswanto Santoso selanjutnya memaparkan bagaimana sukses untuk managing other.

Pertama, terhadap rekan untuk selalu berpikir khusnudzon dengan mengambil nilai kebaikan sesama pengurus, “Kalau mencari-cari kejelekan pasti akan ada,” jelasnya.

Kedua, di dalam proses kerjasama ada unsur pengorbanan, “Tidak mungkin team building terbentuk ketika kita tidak melakukan pengorbanan,” ungkapnya.

Ketiga, taat asas kepemimpinan, “ Kepemimpinan kolektif kolegial yang taat pada asas adalah kunci untuk menjadikan organisasi semakin baik,” urai Chriswanto.

Keempat adalah berkomunikasi dengan baik. Tidak harus menang dalam komunikasi, tetapi kuncinya adalah keinginan untuk mencapai tujuan bersama, “Dalam LDII, Kepemimpan terkait moralitas yang basisnya agama. Jika kita melihat tagline SDM profesional religius, profesional itu bidangnya dalam bingkai religiusitas berupa alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Generus di grass root harus rajin menggali ilmu agama, berikutnya tinggal switching kepahaman agama dengan ilmu kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII DKI Jakarta Teddy Suratmadji menambahkan, LDK itu sangat penting, karena setiap orang harus bisa menjadi pemimpin. Minimal menjadi pemimpin di keluarga. LDK untuk generus ini adalah mempersiapkan calon-calon pemimpin di masa depan.

“Regenerasi Tentunya tidak dimaksudkan lulusan LDK kemudian minta dijadikan pemimpin di organisasi. Itu tidak boleh dalam agama. Melainkan ketika mendapat amanah untuk menjadi pemimpin, maka lulusan LDK ini akan lebih bisa menjalankan amanahnya. Dan ini menjadi ibadah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD LDII Jakarta Utara Irfan Adhuhya menjelaskan, LDK DPD LDII Jakarta, diisi berbagai narasumber. Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso dengan materi Membangun Kepemimpinan Profesional Religius dari Perspektif Al Qur’an dan Hadist, Dewan Penasehat DPD LDII Jakarta Utara, Tri Gunawan Hadi dengan materi Membangun Kepemimpinan yang Berintegritas, dan Kombes Pol. Purn. H. Supriyono dengan materi Minat dan Bakat.

“Alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini dapat dibuka langsung oleh Walikota Jakarta Utara yang diwakili oleh Kasudin Wilayah 1 & 2 Pendidikan Kotamadya Jakarta Utara, H. Juarto, serta disambut dan dibekali oleh ketua DPW LDII Provinsi DKI JakartaTeddy Suratmadji,” ujarnya.

LDK DPD LDII Jakarta Utara juga menuai apresiasi dari Walikota Jakarta Utara yang diwakili oleh Kasudin Wilayah 1 & 2 Pendidikan Kotamadya Jakarta Utara, H. Juarto. Menurutnya, acara ini bisa menjadi trigger untuk membina generasi muda menjadi calon penerus bangsa yang akan datang.

“Kami dari perwakilan pemerintah kotamadya Jakarta Utara, menyampaikan selamat pada peserta LDK LDII, semoga ini bisa menjadi wadah yang tepat untuk membina generasi muda penerus bangsa dan penerus organisasi. Sehingga bisa menjadi kader penerus masa depan,” ujarnya.

Di LDK ini, generasi muda LDII Jakarta Utara khususnya diharapkan dapat memahami kondisi yang terjadi baik dinamika politik maupun sosial budaya yang ada di masyarakat. Mereka juga dapat memahami langkah LDII membentuk generasi profesional religius dan ikut serta berperan dalam pembangunan masyarakat di kota administrasi Jakarta Utara.

Oleh: Inu Subakto (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram