Bantul – Suasana khidmat terasa sejak pagi di halaman Sekolah Insan Utama, Murtigading, Sanden, Bantul, Minggu (17/8). Ratusan siswa dari TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Insan Utama berbaris rapi mengikuti upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar Yayasan Tujuan Bersama Barokah ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi sekolah yang berada di bawah binaan DPD LDII Kabupaten Bantul itu, upacara bendera adalah ruang belajar langsung untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak dini.
“Diharapkan generasi penerus bisa memahami arti dan mensyukuri perjuangan para pendahulu bangsa,” kata Ifan Mustofa Nasrulloh, Kepala MI Insan Utama. Menurutnya, upacara semacam ini selaras dengan program 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya klaster kebangsaan, yang menekankan pentingnya cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan persatuan.
Ifan menambahkan, nasionalisme tidak berhenti di barisan upacara. Ia ditanamkan melalui pendidikan karakter. Program 29 Karakter Luhur menjadi pegangan sekolah untuk membentuk siswa yang rukun, kompak, mau bekerja sama, dan kuat membantu yang lemah. “Kalau nilai-nilai luhur ini benar-benar hidup di diri anak-anak, mereka akan tumbuh jadi generasi unggul, profesional, religius, dan bermanfaat bagi agama, nusa, serta bangsa,” ujarnya.
Upacara bendera ini diikuti 170 siswa TK dan MI, guru, pengurus komite sekolah, pengurus yayasan, santri Pondok Pesantren Al Barokah, hingga anggota Senkom Kabupaten Bantul. Mereka larut dalam suasana khidmat ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan, diiringi lantunan lagu Indonesia Raya yang menggema di lapangan sekolah.
Selain menjadi wujud syukur atas jasa para pahlawan, kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi di kalangan siswa dan masyarakat sekitar. “Semangat kemerdekaan harus tetap menyala, bukan hanya di perayaan, tapi juga dalam keseharian kita,” tutup Ifan.
——————–
——————–
——————–
——————–
——————–
Oleh: Sofiya Nura (contributor) / Wafdullah Faqih / Fachrizal Wicaksono (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng