Gubernur Ajak LDII Sumbar Berperan Tingkatkan Keimanan dan Kesalehan Umat

Share to :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Padang (1/4). Gubernur Sumateta Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak pengurus DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Barat agar terus berperan dalam meningkatkan keimanan dan kesalehan umat di daerah itu.

“Kita berharap kepengurusan LDII lebih kompak dan solid dalam menjalankan misi dakwah di Sumatera Barat,” katanya saat menjamu pengurus LDII Sumbar yang terdiri dari Ketua LDII Sumbar M Ari Sultoni, Wakil Ketua M Shodiqin, Ahmad Nasir, Bustari Badal, Sekretaris Mario Sofia Nasution serta Ketua Biro KIM M Abdillah di Istana Gubernur Sumbar pada Kamis (1/4). 

Ia mengatakan mendukung kegiatan kepengurusan LDII Sumbar mulai dari tingkat provinsi, kota kabupaten, hingga kelurahan.

“Mudah-mudahan program berjalan lancar dan bersama dengan komponen lainnya memantapkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat Sumbar,” kata dia.

Ia mengatakan visi misi Pemprov Sumbar banyak bersinggungan dengan program LDII sehingga diharapkan LDII Sumbar berperan dan bersinergi untuk menyukseskan hal tersebut.

“Peran serta LDII dalam mengedukasi dan mendidik umat tentu akan mempermudah tugas Pemprov Sumbar dalam menyukseskan pembangunan SDM,” kata dia.

Mahyeldi juga mengucapkan selamat kepada DPP LDII yang akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX di Jakarta pada 7- 8 April 2021.

“Kita doakan kegiatan sukses dan lancar serta menghasilkan Ketua Umum LDII yang akan membawa organisasi berkontribusi untuk bangsa,” kata dia. 

Ketua DPW LDII Sumbar M Ari Sultoni mengatakan siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam mengedukasi umat baik dalam meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta kesalehan umat.

“Alhamdulillah kita sudah melatih para dai dengan pesan-pesan kamtibmas dan bekerjasama dengan Polda Sumbar.

Para dai dalam berdakwah juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” kata dia.

Selain itu salah satu program utama saat ini adalah menciptakan generasi profesional religius. Pembinaan yang dilakukan berjenjang mulai dari taman kanak-kanak, pra pemaja, remaja dan persiapan menikah.

“Tujuannya mencipatakan generasi penerus yang faham agama, berakhlakul karimah dan mandiri dalam menyambut bonus demografi pada 2045 nantinya,” kata dia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram