HADAPI POTENSI RADIKALISASI, POLDA SUMBAR GANDENG LDII

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Padang (17/11). Wujud kerjasama antara LDII dengan Polri tampak dalam Pelatihan Da’i Mitra Kamtibmas Tingkat Regional Angkatan I dengan tema “Sinergitas Polri dan Ormas dalam Kerangka Deradikalisme Guna Mewujudkan Kamtibmas di Sumatera Barat”. Pelatihan yang diadakan pada 17 November 2015 di Gedung Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa Polda Sumatera Barat ini bertujuan menghasilkan juru dakwah, yang mampu berdakwah sekaligus menjadi perpanjangan tangan polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan demikian tercipta kondisi stabilitas yang kondusif.

“Pelatihan ini kami harapkan dapat berkesinambungan, sehingga LDII dapat menghasilkan juru dakwah yang memiliki pengetahuan tentang kamtibmas selain pemahaman agama yang baik” ujar Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc.

Senada dengan Abdullah Syam, Direktur Binmas Polda Sumbar Kombes Pol Sus Edy Tafif, S.St. MK menyatakan Da’i merupakan perpanjangan tangan polri dalam tugasnya mengajak masyarakat untuk dapat menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Sinergi dan koordinasi yang baik antara masyarakat dengan kepolisian dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Fungsi Da’i ditengah-tengah masyarakat dalam menyiarkan dakwahnya juga sebagai corong polri dalam memberikan pemahaman tentang kamtibmas sehingga lahirlah kesamaan pandangan tentang kamtibmas.” Ujar Tafif.

Kombes Pol. Drs. Hariyanta, M.Si. menyambut baik inisiatif LDII dalam menggelar Pelatihan Da’I Kamtibmas. “terjadinya radikalisasi disebabkan oleh tiga faktor, yaitu pertama faktor ideologi yang disebabkan oleh pemahaman agama yang kurang komprehensif sehingga menimbulkan kesalahan dalam penafsiran mengenai jihad yang merupakan motivasi para pelaku radikalisme dalam melakukan aksinya. Yang kedua adalah faktor ekonomi, dimana para pelaku dijanjikan pekerjaan dengan gaji yang tinggi, diberikan fasilitas bahkan dijanjikan dapat menunaikan ibadah haji dan umroh secara gratis. Yang ketiga yaitu faktor kurangnya pengetahuan dimana para pelaku yang notabene adalah remaja atau dewasa muda yang sedang mencari jati diri kemudian diajak oleh temannya untuk bergabung dengan ormas tertentu, mengikuti kegiatan sosial atau ritual keagamaan.” Ujar Hariyanta, selaku Dir Intelkam Polda Sumbar

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPP LDII, Drs. Hidayat Nahwi Rasul berharap para da’I harus mengajak seluruh umat Islam untuk merawat kemajemukan dan menjaga solidaritas dengan membawa pesan Islam yakni sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Selanjutnya langkah ini dapat dimulai dari tingkat keluarga, yang merupakan komunitas terkecil dalam masyarakat yaitu dengan memberikan pemahaman kepada orangtua tentang bahaya dan dampak negatif dari media sosial yang dewasa ini mulai akrab dengan kehidupan para generasi penerus.

Peran Da’I dalam menyebarkan dakwah Islam merupakan peran sentral dalam masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Drs. H. Mas’oed Abidin atau yang lebih akrab disapa Buya Mas’oed Abidin, ulama besar Sumatera Barat. Beliau menyampaikan bahwa peran Da’I yakni mengajak ummat ke jalan yang dirihoi Allah dengan dakwah yang menyejukkan. Hal serupa disampaikan oleh Kakanwil kemenag yang dalam kesempatan ini disampaikan oleh H. Yufrizal, S.Ag. M.Hi. Dalam penuturannya Yufrizal mengatakan bahwa Da’I berperan dalam memberikan pemahaman Agama yang benar di tengah-tengah masyarakayt yang mana hal ini adalah merupakan Ibadah yang agung.

Kesamaan nilai dan norma yang dibawa oleh para Da’I merupakan modal sosial yang perlu dirawat dan dijaga. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP LDII, Ir. Prasetyo Sunaryo. Prasetyo memamaparkan bahwa dalam dakwahnya para Da’I harus meningkatkan kapasitasnya terutama dalam menyikapi perubahan zaman yang meliputi tiga hal yakni pertama kecepatan. Maksudnya disini adalah arus informasi yang semakin mudah didapat oleh masyarakat yang harus disertai dengan adanya benteng keimanan yang kuat yang merupakan kontribusi para Da’I dalam syiar dakwahnya. Yang kedua yaitu adanya perubahan yang cepat, dahulu untuk mendapatkan informasi masyarakat harus mebeli media cetak, namun sekarang semuanya ada di dalam genggaman melalui telpon pintarnya masing-masing yang semakin mudah dan murah didapat.

Perubahan zaman ini dalam waktu dekat akan bergeser ke era “Internet of Things”, hal ini disampaikan oleh Hidayat Nahwi Rasul. “Tidak dapat dipungkiri perubahan zaman yang begitu cepat semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi yang dapat diakses dalam genggaman. Hal ini memerlukan fungsi kendali guna menjaga dan melindungi dari erosi atau reduksi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang saat ini mulai tergerus.” Ujar Hidayat.

Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam menambahkan bahwa para Da’i-Da’iyat agar menggerakkan Green Dakwah sebagai visinya dalam menyiarkan dakwahnya. Dalam kegiatan ini diharapkan peserta bias mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah dipelajari dan membawanya ke tengah-tengah masyarakat.(ibl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram