Jakarta (8/4). Tantangan geopolitik dan ekonomi yang diperkuat oleh arus informasi media sosial menjadi perhatian dalam Munas X LDII, dengan Polri mendorong peran aktif ormas dalam menjaga stabilitas dan keutuhan sosial bangsa. Hal itu disampaikan Kasubdit 3 Ditjen Sosial Budaya Baintelkam Polri, Kombes Pol. Agus Andrianto pada peserta Munas X LDII 2026. Ia hadir mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Keberagaman budaya dan sumber daya Indonesia yang melimpah, menurutnya, jika tidak bisa dikelola dengan baik maka menjadi sumber rawan. “Luas wilayah yang banyak dari ujung barat sampai timur, berbentuk kepulauan, ini adalah kekuatan yang membanggakan bagi kita,” kata dia.
Beragamnya masalah tersebut, menjadi tantangan bagi setiap elemen bangsa. Menurutnya, tugas itu bukan hanya tanggung jawab Polri saja tapi juga membutuhkan dukungan segenap komponen bangsa.
Polri dalam hal ini telah mengupayakan sikap deteksi dini dan aksi dalam menyikapi intoleransi dan menangkal radikalisme. Agus menambahkan, pihaknya berupaya mendalami akar masalah intoleransi serta bekerjasama dengan Forkopimda, FKUB, tokoh agama dan ormas, serta Kemenag. “Dengan tindak pencegahan itu, Polri ingin menciptakan moderasi beragama dari sinergi antarkomponen,” ujarnya.

Kombes Agus juga mengingatkan dan mengajak LDII untuk menjaga harmoni sosial dengan membangun toleransi antarumat serta menjadi mediator penyelesaian konflik. “Ormas juga sekaligus bisa mengedukasi masyarakat mengenai kebangsaan,” katanya.
Ia berharap LDII bisa terus berperan aktif, karena semua elemen bangsa harus bersatu. “LDII dengan 8 bidangnya kami harapkan bisa menyatukan peran dengan Polri dan komponen lainnya menjadi kekuatan bagi bangsa, untuk menghadapi situasi yang tidak pasti di masa depan,” ujar dia.
“Sesuai dengan tugas ormas, LDII diharapkan mendukung kinerja Polri dan ikut menjaga ketertiban dalam keagamaan, sementara Polri menjaga keamanan. Sehingga meminimalkan konflik internal negara,” pungkasnya.



