HANYA KARENA EMAS, LAKI-LAKI DIJAUHKAN SURGANYA OLEH ALLAH

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Emas merupakan salah satu perhiasan yang paling diminati oleh banyak orang, emas banyak digunakan sebagi mahar dan aksesoris. Pada umumnya emas banyak dipakai oleh kaum hawa, namun kaum pria juga banyak yang menggunakan emas. Ada yang berbentuk cincin dan kalung dan jam tangan. Namun taukah para kaum pria, emas dalam ajaran Islam dilarang?

Alasan emas dilarang bukan karena emas itu haram, kalau haram tentu saja kaum hawa tidak boleh memakainya. Penggunaan emas bagi kaum pria dilarang oleh Rasulullah SAW. Berikut dalil-dalil larangan penggunaan emas bagi kaum pria :

أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي، وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا

“Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku dan diharamkan bagi para lelakinya.” [HR. Sunan Nasa’i, No.5148 dan HR Ahmad, No. 19503]

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ هُبَيْرَةَ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الْمِيثَرَةِ وَعَنْ الْقَسِّيِّ وَعَنْ الْجِعَةِ

“Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarangku memakai cincin emas, pelana sutra, pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra dan arak yang terbuat dari bahan gandum.” [HR. Ahmad, No. 1047]

أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ، وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ: أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعِ الْجَنَازَةِ، وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ، وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ، أَوِ الْمُقْسِمِ، وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ، وَإِجَابَةِ الدَّاعِي، وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ، وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمَ – أَوْ عَنْ تَخَتُّمٍ – بِالذَّهَبِ، وَعَنْ شُرْبٍ بِالْفِضَّةِ، وَعَنِ الْمَيَاثِرِ، وَعَنِ الْقَسِّيِّ، وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالْإِسْتَبْرَقِ وَالدِّيبَاجِ

“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kami untuk melakukan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami untuk menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menjawab orang bersin, memenuhi sumpah, menolong orang teraniaya, mendatangi undangan, dan menyebarkan salam. Beliau melarang kami dari memakai cincin emas, minum dengan bejana emas, memakai mayatsir (alas duduk kendaraan dari sutra), memakai sutra dari Al Qassu (daerah di Mesir), memakai sutra halus, memakai sutra tebal, dan memakai sutra yang kasar.” [HR. Muslim, No. 2066]

Selain Emas, cincin yang terbuat dari logam kuningan dan besi juga dilarang oleh Rasulullah SAW, berikut penjelasan hadistnya :

أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ خَاتَمٌ مِنْ شَبَهٍ فَقَالَ لَهُ مَا لِي أَجِدُ مِنْكَ رِيحَ الْأَصْنَامِ فَطَرَحَهُ ثُمَّ جَاءَ وَعَلَيْهِ خَاتَمٌ مِنْ حَدِيدٍ فَقَالَ مَا لِي أَرَى عَلَيْكَ حِلْيَةَ أَهْلِ النَّارِ فَطَرَحَهُ

“Sesungguhnya ada seorang laki- laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan cincin terbuat dari kuningan. Lalu Beliau bersabda kepadanya: “Kenapa saya mencium darimu aroma berhala?” lalu dia membuangnya. Kemudian datang kepadanya yang memakai cincin dari besi, lalu Beliau bersabda kepadanya: “Kenapa saya melihatmu memakai perhiasan penduduk neraka?” lalu dia membuangnya. [HR. Abu Daud, No. 4223 dan HR Sunan Nasa’i, No. 5159]

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَنْبَأَنَا عَمَّارُ بْنُ أَبِي عَمَّارٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي يَدِ رَجُلٍ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ أَلْقِ ذَا فَأَلْقَاهُ فَتَخَتَّمَ بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ فَقَالَ ذَا شَرٌّ مِنْهُ فَتَخَتَّمَ بِخَاتَمٍ مِنْ فِضَّةٍ فَسَكَتَ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad telah memberitakan kepada kami ‘Ammar Bin Abu ‘Ammar bahwa Umar Bin Al Khaththab berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat cincin dari emas ditangan seorang laki laki, kemudian beliau berkata: “Buang (benda) itu!” maka dia membuangnya, kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari besi, maka beliau bersabda: “Ini lebih buruk dari yang itu” kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari perak maka beliau mendiamkannya. [HR. Ahmad, No. 127]

Dalil di atas merupakan nash yang mengharamkan penggunaan emas bagi kaum pria. Setelah kita mengetahui dalil-dalil di atas, bagi kaum pria singkirkanlah perhiasan yang terbuat dari emas, logam kuningan dan besi gantilah dengan perak.

Berdasarkan dalil-dalil di atas kita telah mengetahui bahwa penggunaan perhiasan emas, logam kuningan dan besi diharamkan, semoga dari riwayat hadist di atas kita dapat mengambil hikmah. Kerjakanlah larangan tersebut, sebab larangan tersebut merupakan perintah Allah SWT. Mengerjakan perintah Allah merupakan bentuk ketaatan kita dan keimanan kita kepada Allah SWT. (agl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Pererat Kekompakan, LDII Lampung Helat Gathering Kepemudaan

Pesawaran (19/2). Biro Kepemudaan, Kepanduan, Olahraga, Seni dan Budaya (PKOSB) DPW LDII Provinsi Lampung menghelat “Gathering Kepemudaan” degan tema “Tumbuhkan Kerukunan, Tingkatkan Kekompakan, Gelorakan Semangat