HARI DIABETES DUNIA: CEK GULA DARAH ANDA SEKARANG !

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Empat belas November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Angka 14 merupakan tanggal kelahiran Fredrick Banting, dimana beliau bersama dengan Charles Best menemukan bahwa insulin dapat digunakan untuk pengobatan pasien diabetes pada tahun 1992. Logo yang digunakan pada peringatan Hari Diabetes Sedunia adalah lingkaran biru, dimana warna biru yang melambangkan langit biru yang menyatukan seluruh bangsa dan juga merupakan warna dari bendera PBB. Peringatan Hari Diabetes Sedunia ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengenal diabetes dan menggiatkan berbagai aktivitas untuk mencegah angka kesakitan diabetes yang selalu meningkat setiap tahunnya.

World Health Organitation ( WHO ) memperkirakan saat ini ada lebih dari 346 juta orang menderita diabetes diseluruh dunia. Angka di Indonesia menunjukkan 1 dari 40 penduduk Indonesia menderita diabetes.

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.

Pengolahan bahan makanan dimulai dari mulut kemudian ke lambung dan selanjutnya ke usus. Di dalam saluran pencernaan, makanan yang terdiri dari karbohidrat dipecah menjadi glukosa, protein dipecah menjadi asam amino dan lemak menjadi asam lemak. Ketiga zat makanan itu diedarkan ke seluruh tubuh untuk dipergunakan oleh organ-organ di dalam tubuh sebagai bahan bakar. Supaya berfungsi sebagai bahan bakar zat makanan itu harus diolah, dimana glukosa dibakar melalui proses kimia yang menghasilkan energi yang disebut metabolisme. Kemudian insulinlah yang memasukkan glukosa ke dalam sel. Insulin adalah suatu zat atau hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas, bila insulin tidak ada maka glukosa tidak dapat masuk sel dengan akibat glukosa akan tetap berada di pembuluh darah yang artinya kadar glukosa di dalam darah meningkat.

Jenis diabetes ada 2, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pada Diabetes melitus tipe 1 terjadi kelainan pengeluaran insulin oleh sel beta pankreas. Pada diabetes melitus tipe 2 jumlah insulin normal, tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat.

Keluhan awal pada  pasien diabetes melitus seperti polyuria (sering buang air kecil), polydipsia (sering haus), dan polifagia (sering lapar).

Jadi, bila Anda atau orang disekitar Anda mengalami keluhan tersebut, segeralah konsultasi dengan dokter. Karena kadar glukosa yang terlalu tinggi di dalam darah akan berdampak pada organ lainnya, seperti mata dan ginjal bahkan tidak sedikit yang berujung dengan kematian. Segera cek gula darah Anda. Jangan tunggu terlambat!(ash)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Pengurus LDII Bangko Silaturahim ke Polsek

Merangin (20/6). Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, PC LDII Kota Bangko Kab.Merangin melakukan silaturahim ke Polsek Kota Bangko Kab. Merangin. Kunjungan Ketua PC LDII Kota