Menghindari Kegemukan dan Sehat Ala Rasulullah

obesitas
Share to :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Kegemukan atau Obesitas merupakan kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Selain karena faktor genetik, obesitas dapat terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang masuk tidak seimbang dengan kalori yang keluar, mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas.

Lemak terdiri atas lemak jahat dan lemak baik, lemak jahat adalah lemak yang berakibat jelek terhadap pembuluh darah, istilahnya terjadi penumpukkan plak (karat) pada pembuluh darah. Penumpukan plak membutuhkan tekanan darah yang tinggi, sehingga bisa menyebabkan hipertensi. Akibat dari hipertensi, kerja jantung menjadi bertambah. Lama-lama jantung akan kelelahan, sehingga menyebabkan payah jantung.

Kegemukan juga sangat berpengaruh pada wanita, yaitu berupa gangguan haid. Haidnya menjadi panjang. Lemak yang tinggi menyebabkan kolesterol juga tinggi. Kolesterol ini merupakan induk (precursor) untuk pembentukan hormon steroid. Pembentukan hormon steroid terjadi bertahap, tahap awal terbentuk hormon laki-laki. Tingginya kolesterol menyebabkan hormon laki-laki di tubuh perempuan menjadi tinggi dan menghambat perkembangan folikel/bibit pembentukan sel telur (ovum). Pembentukan sel telur yang terhambat, juga menghambat pembentukan hormon estrogen pada wanita.

Hormon estrogen diperlukan untuk kesuburan, proses pembentukan tulang, dan meningkatkan massa tulang sehingga tulangnya rapat. Massa tulang yang rendah meningkatkan resiko patah tulang, sehingga wanita yang obesitas memiliki resiko patah tulang yang lebih tinggi. Hormon estrogen juga meningkatkan kolesterol yang baik (HDL) dan menurunkan kolesterol yang jahat (LDL), berperan pada selaput-selaput di seluruh tubuh sehingga kuat, seperti di usus, kulit dan otak. Solusinya, untuk orang yang gemuk, lemaknya harus dikikis dengan cara mengurangi karbohidrat yang tinggi/melakukan diet keto, melakukan aktivitas-aktivitas olahraga yang intensif agar dapat membakar kalori dan membakar lemaknya. Kesimpulannya, orang yang gemuk memiliki resiko pikun, resiko penyakit jantung yang tinggi, resiko kencing manis meningkat dan menimbulkan beban kerja insulin tinggi.

Dari sudut pandang agama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk tidak memperbanyak makan dan berbagi makanan, Rasulullah pernah bersabda: “Barang siapa memiliki makanan untuk dua orang, maka makanlah dengan tiga orang. Barang siapa yang memiliki makanan untuk empat orang, maka makanlah oleh lima atau enam orang.” Atau kira-kira demikianlah yang beliau sabdakan. (HR. Muslim)

Rasulullah memerintahkan untuk makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Dalam sebuah riwayat yang lain, keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah kenyang dengan makanan selama tiga hari, hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari). Dari hadits ini kita mengerti bahwa, dalam kesehariannya Rasulullah dan keluarganya tidak berlebih-lebihan dalam makanan, seumur hidupnya, Beliau hidup sederhana, makan secukupnya dan sekenyangnya, dan beribadah dengan sebanyak-banyaknya.

Dibandingkan memperbanyak makan, alangkah lebih baik apabila kita memperbanyak bergerak, beramal sholih, dan beribadah sunnah. Dengan berolahraga dan mengurangi makan, aktivitas ibadah akan terasa lebih mudah sebab badan ringan, sehat dan bugar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat: {dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat} (QS. Al Kahfi: 105).” (HR. Bukhari)

          Berikut ini adalah tips sehat ala Rasulullah yaitu, menjaga pola tidur dan bangun di sepertiga malam untuk qiyamullail, berpuasa sunnah karna Allah yang selain mendatangkan pahala juga sebagai bentuk diet alami, berolahraga, tidak gampang marah, menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah, menjaga pola makan secukupnya, tidak berlebihan sebagaimana yang telah dicantumkan di atas, dan yang terakhir berolahraga dan berbekam.

Narasumber : Dr. Putri Sri Lasmini, Sp.OG(K)
Pewarta : Nisa Ulkhairiyah
Gambar : www.freepik.com

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram