JOKOWI : GERAKAN MENGHORMATI GURU UPAYA MENGEMBALIKAN KARAKTER BANGSA

kegiatn tahun baru di aula
Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya pada kegiatan Munas LDII ke-8 memaparkan kepada 1500 peserta bahwa gerakan menghormati guru adalah suatu upaya kita mengembalikan karakter bangsa.

“Apa yang telah dipaparkan oleh Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU tentang gerakan menghormati guru, saya sangat setuju.  Bahkan inilah bukti bahwa kita kembali pada karakter bangsa. Nanti akan saya bisikan pada Mendikbud agar gerakan menghormati guru menjadi gerakan nasional kita,” Ungkap Jokowi .

Ketua Umum DPP LDII Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya dihadapan Presiden RI Joko Widodo memaparkan bahwa LDII saat ini diumpamakan sebuah pohon besar.

 “Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis, agar pohon teresebut dapat tumbuh dengan besar dibutuhkan akar yang menggambarkan cerminan profesional religius. Maka dari itu diperlukan  akar yang sanggup memasok kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik” Ungkap Abdullah Syam.

Abdullah menambahkan batang pohon adalah gerakan menghormati guru. “Diperlukan batang yang kuat dan kokoh. Dari batang akan tumbuh cabang yang kuat, ntuk menghasilkan pertumbuhan yang kuat maka dilakukan dengan dua cara yaitu : pikub.com dan aturan di media sosial. Kita berharap pertumbuhan tersebut menghasilkan buah yang manis dan berguna bagi bangsa Indonesia,” Ungkapnya.

Jokowi menanggapai terkait launchingnya pikub.com, Ia menyampaikan akan menyokong pikub.com menjadi platform nasional. “Jangan salah, sekarang ada alibaba. Mereka memiliki logistik platform yang menguasai dimana-mana, lantas kenapa kita tidak memilih yang seperti itu ? Saya sangat sedih pada saat kita memiliki platform sendiri malah, dijual kemana-mana  dan dikuasai oleh asing, jadinnya saya bingung untuk menyuntiknya. Maka sebaiknya kita suntik pikub.com menjadi platform nasional, Ungkap Jokowi.

Membahas pemanfaatan media sosial yang tidak sesuai dengan tempatnya, jokowi menilai ini bukan merupakan bentuk kepribaian bangsa indonesia. “Coba kita perhatikan, banyak orang saling menghujat, mengejek, memaki dan menjelekkan. Apakah ini wajah karakter bangsa Indoensia? Lantas mana Budi Pekerti yang ditanamkan?  Tindakan ini merupakan penyusupan media sosial yang sering tidak kita sadari. Saya yakin kalau tindakan ini dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan maka hal akan terbawa arus,” Tambah Jokowi

Setelah memberikan sambutannya, Jokowi menutup kinjungan Munas ke-8 LDII dengan  penandatangan Wall of Fame gerakan menghormati guru dan gerakan etika dalam media sosial yang pada hari sebelumnya telah ditandatangani pula oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin. (Lines/Cy34)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram