Kediri (19/12). Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri masa bakti 2020–2025, Agung Riyanto, menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan dalam Rapat Paripurna Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Kota Kediri, Rabu (17/12).
Dalam laporannya, Agung Riyanto menjelaskan, selama lima tahun masa kepengurusan, DPD LDII Kota Kediri berupaya menjalankan amanat organisasi melalui berbagai program yang mengacu pada visi dan misi LDII serta selaras dengan arah pembangunan Kota Kediri. Musda VII LDII Kota Kediri mengusung tema “Mewujudkan SDM Profesional Religius untuk Kota Kediri Mapan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ia menegaskan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) religius menjadi fokus utama kepengurusan, dengan indikator akhlakul karimah, alim-faqih, serta memiliki kemandirian dan keterampilan. Program kerja dijalankan melalui pendekatan fungsional dan kontekstual, meliputi penguatan dakwah, peningkatan kualitas SDM, peran sosial kemasyarakatan, penguatan wawasan kebangsaan, serta sinergi dengan pemerintah daerah.
“Pengurus DPD, PC, hingga PAC telah berusaha maksimal menjalankan program kerja. Meski demikian, kami menyadari masih terdapat target yang belum sepenuhnya tercapai dan perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” ujar Agung Riyanto.
Usai penyampaian LPJ, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada pimpinan cabang (PC) LDII se-Kota Kediri untuk menyampaikan pemandangan umum. Seluruh PC, yakni PC Kecamatan Pesantren, PC Kecamatan Kota, dan PC Kecamatan Mojoroto, secara bulat menyatakan menerima dan menyetujui laporan pertanggungjawaban Ketua DPD LDII Kota Kediri masa bakti 2020–2025.
Selain menerima LPJ, masing-masing PC juga menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk program kerja periode 2025–2030. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, perluasan pembentukan PAC di setiap kecamatan, peningkatan kegiatan pengabdian masyarakat, penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama, serta pengembangan ekonomi warga melalui UMKM dan penciptaan lapangan kerja.
PC se-Kota Kediri juga menekankan pentingnya kaderisasi dan regenerasi kepengurusan dengan memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berperan aktif di tingkat DPD, PC, dan PAC. Selain itu, LDII diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta aktif di berbagai lembaga sosial kemasyarakatan.
Dalam pemandangan umumnya, ketiga PC tersebut juga mengusulkan Agung Riyanto, sebagai calon Ketua DPD LDII Kota Kediri masa bakti 2025–2030.
Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Fredi (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



