Keutamaan Di Balik Musibah

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Mengawali tahun 2021, rentetan musibah dan bencana alam melanda sejumlah wilayah di tanah air. Selain menimbulkan banyaknya korban jiwa, bencana dan musibah tersebut datang silih berganti.

Dimulai dengan tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, lalu jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Jakarta, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, gunung meletus di Jawa Timur, dan wabah Covid-19 yang masih belum selesai sampai saat ini.

Pada hakikatnya, Allah yang membuat skenario dari semua peristiwa. Banyak hal yang terjadi di luar keinginan manusia, karena Allah yang berkehendak dan sebagai manusia tidak dapat melawan-Nya. Akan tetapi, segala sesuatu pasti memiliki hikmah yang dapat diambil manfaat dan dijadikan pelajaran. Allah memberikan cobaan serta musibah kepada hamba-Nya agar selalu ingat betapa besar kuasa Allah dalam menjadikan sesuatu. Sabar adalah kunci dari semuanya. Selain itu, hikmah bagi orang yang mampu bersabar ialah Allah ampuni dosanya,


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim bahkan secuil duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus (kesalahannya).” (Shahih Bukhari 5209)

Manusia tidak mengetahui kapan musibah akan datang menimpanya. Apakah hari ini, hari esok atau nanti. Namun satu hal yang harus diingat, saat musibah tersebut datang, yang harus kita lakukan adalah istirja‘, memperbanyak sabar, serta memasrahkan semuanya kepada Allah. Kita tak perlu khawatir atau merasa terpuruk terhadap musibah yang kita lalui karena jelas janji Allah dalam hadits riwayat Muslim bahwasanya dari semua musibah yang Allah datangkan, Allah akan memberi pahala dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Tidak lupa pula kita harus selalu berdo’a, karena itu adalah senjatanya orang iman serta otaknya ibadah. Tak ada yang bisa merubah qodar selain do’a. Oleh karna itu, mari kita perbanyak do’a memohon perlindungan dan keselamatan pada Allah swt

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التّرَدِّي ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ ، وَالْحَرَقِ ، وَالْهَرَمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغاً

Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari kejatuhan (gempa bumi, longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir (kecelakaan), dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir, tsunami, kapal tenggelam), terbakar (kebakaran rumah, kesetrum, awan panas gunung berapi) dan pikun. Dan aku berlindung padaMu dari syetan yang menjerumuskan aku ketika sakaratul maut, dan aku berlindung pada-Mu dari mati dalam keadaan mundur dari agama-Mu, dan aku berlindung padaMu dari kematian karena disengat (digigit binatang berbisa). (HR Abi Daud)

Kehidupan memiliki lika-liku yang harus dilalui. Semua makhluk yang Allah ciptakan pasti akan diuji dengan baik dan buruknya dunia ini, apakah dapat menerima atau tidak.
Menyikapi situasi yang terjadi, maka kita sebaiknya taqorrub ilallah dengan menertibkan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah.

Penulis : Puti/Bunga/Nisa – LINES Sumbar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram