LARANGAN MENGECAT HITAM RAMBUT

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Siapa yang tidak mendambakan rambut hitam lebat nan berkilau. Bahkan wanita rela merogoh kocek dalam untuk perawatannya. Saking berharganya rambut mereka, terasa sayang untuk ditutupi dengan kerudung. Pria dengan rambut hitam tersisir rapipun seakan tampak lebih menawan. Namun ketika usia bertambah tua, kulit mulai keriput, tulang mulai keropos, rambut hitampun mulai bercampur putih. Ingin tetap tampak muda agar mempesona, mengecat rambut dengan warna hitam menjadi solusinya. Banyak merk cat rambut yang menawarkan warna hitam tampak alami, tahan lama dengan harga terjangkau. Dalam beberapa menit, siapa saja bisa mendapatkan rambut hitam legam. Namun bagaimanakah hukum mengecat rambut bewarna hitam dalam islam? Mari kita simak hadist berikut ini:

أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَلَبِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَفَعَهُ

 أَنَّهُ قَال قَوْمٌ يَخْضِبُونَ بِهَذَا السَّوَادِ آخِرَ الزَّمَانِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةَِ

Artinya:

Telah mengabarkan kepada kami Abdur Rahman bin ‘Ubaidullah Al Halabi dari ‘Ubaidullah yaitu Ibnu Amr dari Abdul Karim dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, dan dia memarfu’kannya bahwa dia berkata; “Akan ada suatu kaum yang menyemir rambut dengan warna hitam pada akhir zaman seperti paruh-paruh burung merpati, mereka tidak akan mencium baunya Surga.” (HR. Nasai)

حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّة

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Abu Taubah berkata, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Abdul Karim Al jazari dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.”(HR. Abu daud)

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنِ ابْنِ جُبَيْرٍ قَالَ أَحْمَدُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاس عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ يَخْضِبُونَ بِهَذَا السَّوَادِ قَالَ حُسَيْنٌ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَرَائِحَةَ الْجَنَّةٍ

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Husain dan Ahmad bin Abdul Malik mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah yakni Ibnu ‘Amru, dari Abdul Karim dari Ibnu Jubair, Ahmad berkata; dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan muncul suatu kaum pada akhir zaman yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam.” Husain berkata; “Seperti kotoran burung merpati, mereka tidak akan mencium baunya surga.”(HR. Ahmad)

Beberapa hadist tersebut telah menjelaskan bahwa orang yang menyemir/ mengecat rambutnya dengan warna hitam, tidak akan mencium baunya surga. Jangankan untuk bisa masuk ke surga, bahkan untuk mencium baunya saja tidak diperkenankan. Yang tua mengecat rambut agar tampak muda, yang muda mengecat rambut agar lebih gaya. Niat hati ingin muda maupun gaya, namun malah jadi tak dapat baunya surga.(ash)

Penanggung Jawab Artikel :

Nama : Ust. H. Noer Hidayatulloh (H. Arofah Almubarok)

Email : [email protected]

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram