LDII Agam sosialisasikan hasil Rakernas 2018 melalui media gathering

Ketua DPD LDII Kabupaten Agam Hadisyahputra (tiga dari kiri) bersama Ketua PWI Agam Lukman (Dua dari kanan) dalam kegiatan media gathering yang digelar LDII Agam untuk menyosialisasikan hasil Rakernas 2018 di Lubuk Basung Agam.

Agam 12/11 (Lines Sumbar) – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Agam menyosialisasikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu melaui media gathering

Ketua DPD LDII Kabupaten Agam Hadisyahputra mengatakan pihaknya berupaya agar hasil rakernas tersebut sampai tidak hanya kepada pemangku kepentingan tapi juga kepada masyarakat luas.

“Kita menggandeng PWI Agam dan wartawan media cetak, siber maupun elektronik di kabupaten ini untuk menyebarluaskan hasil rapat kerja tahunan tersebut,” kata dia.

Selain itu dirinya juga menyampaikan Rakernas LDII yang diselenggarakan di Pondok Minhajurrosyidin juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam Rakernas 2018, LDII juga mengusulkan delapan bidang pembangunan yang dapat dijadikan titik fokus pembangunan yang dapat dilakukan pemerintah

Kedelapan bidang itu yaitu pertama, penguatan wawasan kebangsaan (Bidang Kebangsaan) yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah yang menjadi payung dalam pembangunan. Kedua, bidang dakwah, LDII dalam dakwahnya fokus dalam membentuk manusia yang profesional religius, yakni masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas. Mereka bisa berprofesi apa saja namun juga memiliki religiusitas yang tinggi.

Ketiga, bidang pendidikan, LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang Tri Sukses, yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri. Sekolah-sekolah di LDII umumnya digabungkan dengan pesantren-pesantren.

Keempat, bidang ekonomi syariah, untuk penguatan ekonomi kerakyatan dengan memelopori koperasi syariah, BMT, dan Usaha Bersama (UB). Kelima, bidang kesehatan dan herbal, DPP LDII mendorong warga LDII memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternative pengobatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Obat herbal juga membantu masyarakat saat harga-harga obat menjadi mahal.

Keenam, bidang ketahanan pangan, LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul. LDII mendorong warganya untuk melakukan konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan target zero waste. Di pesantren LDII, air wudhu digunakan untuk memelihara lele dan menyiram tanaman pangan, untuk dikonsumsi para santri. Di tingkat rumah tangga, sampah organik digunakan untuk pupuk tanaman. Serta mendaur ulang sampah-sampah dalam bank sampah maupun dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

Ketujuh, bidang energi terbarukan, LDII mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024. Pesantren di lingkungan LDII telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan dalam skala industri, warga LDII memanfaatkan mikrohidro.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital. Warga LDII telah menggunakan digital printing, kecerdasan artifisial, dan berbagai software untuk memudahkan pekerjaan dan transaksi. LDII juga membekali warganya dengan etika media sosial dan pelatihan jurnalistik, untuk menghindari hoaks dan menyebarkan informasi yang positif.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWI Agam Lukman beserta jajaran, wartawan media cetak harian, media siber dan elekteronik di daerah tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.