
Bandar Lampung (7/6). LDII Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi profesional dan religius. Hal tersebut disampaikan Dewan Penasihat DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Fahdian Iskandar, saat memberikan arahan kepada sekitar 200 mubaligh dan mubalighot dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Soal Asesmen Sumatif dan Pengisian Rapor, Minggu (1/6), di Masjid Hisbullah, Labuhan Dalam.
Dalam arahannya, H. Fahdian menekankan pentingnya dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas Islam seperti LDII, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Pembinaan generasi muda sejak usia dini menjadi fokus kita bersama. Itu dilakukan melalui pendidikan umum, baik formal maupun nonformal, pendidikan keagamaan, serta penanaman akhlak dan budi pekerti melalui penerapan 29 karakter luhur,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa para pengelola TPA/TPQ dan para mubaligh serta mubalighot memegang peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan generasi muda di lingkungan LDII.
“Kegiatan bimtek ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan pengelolaan dan kualitas pelayanan majelis taklim di Bandar Lampung,” ujarnya.
Tak hanya soal manajerial, Fahdian yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, mendorong para dai untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Ia menyebut bahwa juru dakwah yang ideal harus memiliki tiga aspek utama: kualitas keilmuan, kekuatan spiritual (ruhiyah), dan keterampilan retorika.
“Untuk bisa berdakwah di tengah umat, seorang dai harus membekali diri dengan ilmu, akhlak, dan pendekatan yang santun,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya dakwah yang humanis dan penuh kasih sayang. Ia mencontohkan dua prinsip utama dalam dakwah Nabi Muhammad SAW: al-qudwah qabla ad-dakwah (memberi keteladanan sebelum berdakwah) dan at-ta’lif qabla at-ta’rif (membangun hubungan harmonis sebelum mengenalkan ajaran Islam).
“Tundukkan hati umat dengan kasih sayang dan akhlak. Rasulullah SAW selalu menaklukkan hati manusia terlebih dahulu sebelum menyampaikan ajaran,” pungkasnya.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



