LDII Bantul Tekankan Pembentukan 29 Karakter Luhur Lewat Pengajian Akbar

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Bantul (12/5). Sekitar 500 peserta dari berbagai kelompok usia memadati Masjid Al-Barokah di Kranggan, Murtigading, Sanden, Bantul, Yogyakarta, dalam Pengajian Akbar yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bantul, Minggu, 11 Mei 2025. Acara tahunan ini menjadi salah satu upaya LDII dalam memperkuat pendidikan karakter, terutama kepada generasi muda.

Peserta datang dari kalangan pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa, usia pra-nikah, hingga para santri pondok pesantren. Mereka mengikuti materi keagamaan yang berfokus pada pembentukan 29 karakter luhur, termasuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan kesabaran dalam menghadapi cobaan.

Pengajian menghadirkan dua pemateri nasional, yakni pengurus Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII, Habib Ubaidillah Al Hasany, dan pengasuh Pondok Pesantren Gading Mangu, Nur Firdaus. Keduanya mengajak para peserta untuk lebih memahami pentingnya membangun kepribadian berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.

“Kita harus menanamkan birrul walidain sejak dini. Jika hari ini kita bisa berbakti kepada orang tua, maka kelak anak-anak kita akan melakukan hal yang sama pada kita,” ujar Nur Firdaus di hadapan ratusan peserta.

Sementara itu, Ubaidillah menambahkan bahwa dalam kehidupan, manusia akan selalu dihadapkan pada dua jenis cobaan, yakni cobaan yang menyusahkan dan yang menyenangkan. “Keduanya harus dihadapi dengan kesabaran. Cobaan menyusahkan membuat kita tabah, cobaan menyenangkan membuat kita bersyukur,” jelasnya.

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bantul, Alek Rahmad Hasyi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konkret LDII dalam membina generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berkarakter. “Kami ingin generasi muda LDII jadi pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat, dengan bekal karakter mulia yang ditanamkan sejak muda,” kata Alek.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara. Salah satunya, Royan, pelajar asal Bantul, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pengajian ini. “Saya sangat bersyukur bisa ikut. Isi ceramahnya luar biasa, sangat menyentuh dan membuka wawasan, terutama untuk anak muda yang sedang mencari arah dalam hidup,” katanya.

Dengan pendekatan spiritual dan pembentukan karakter, LDII Bantul berharap pengajian akbar ini menjadi momentum konsolidasi nilai dan semangat dakwah di kalangan generasi muda. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar dengan cakupan yang lebih luas dan materi yang semakin relevan dengan tantangan era digital.

——————–

Oleh: Laundry Chemical (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram