LDII Dukung Implementasi Moderasi Beragama di Rakor Kejari Musi Banyuasin

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Musi Banyuasin (11/2). Rapat Koordinasi (Rakor) Aliran Kepercayaan dan Keagamaan yang digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin menjadi ajang penting untuk memperkuat moderasi beragama dan toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.

Dalam sesi konsultasi yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Muba, HM Makki, dan Kasubbag Kejari Muba, Assroni, diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dari tokoh agama.

Pendeta Marcell dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) menekankan pentingnya sikap saling menghormati, sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengingatkan agar perdebatan mengenai isu keagamaan tetap dalam forum yang tepat dan tidak merembet ke media sosial guna mencegah potensi konflik sosial.

Kakan Kemenag Muba turut membawa kabar baik bahwa Kabupaten Muba telah menjadi contoh dalam hal toleransi beragama. Ia menyoroti Desa Suka Damai sebagai model keberagaman, dengan rumah ibadah dari lima agama yang berdiri berdampingan, mencerminkan keharmonisan yang nyata di tengah masyarakat.

Sejalan dengan semangat moderasi beragama, Dewan Penasihat DPD LDII Muba, Agus Wahyudi, menegaskan peran aktif LDII dalam menjaga harmoni sosial melalui prinsip karya, komunikasi, dan kontribusi.

Menurutnya, LDII telah mengimplementasikan nilai-nilai toleransi secara nyata, bukan sekadar teori. Ia mencontohkan bagaimana warga LDII di Desa Bukit Sejahtera, Batanghari Leko, dan Desa Mendis, Bayung Lencir, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar serta mempraktikkan kehidupan yang rukun dan saling menghargai.

“Kami di LDII berupaya untuk selalu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kerukunan dan kekompakan di tengah masyarakat. Prinsip 3K yang kami jalankan adalah bukti bahwa toleransi bukan hanya sebatas wacana, tetapi telah menjadi budaya yang kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus Wahyudi.

Dengan adanya forum seperti Rakor ini, LDII Muba berharap agar moderasi beragama dapat terus diperkuat di seluruh lapisan masyarakat. Keikutsertaan berbagai elemen dalam dialog ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun Musi Banyuasin yang semakin harmonis dalam keberagaman. (Olka, Hilman, Daud S/Lines Muba).

 

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram