Jakarta (18/7) Sejumlah program prioritas akan segera diluncurkan oleh pemerintah, seperti pembangunan Kampung Haji, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat meresmikan Kantor PP Senkom Mitra Polri di Komplek Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Kamis (17/7) kemarin.
“Pak Presiden Prabowo Subianto baru saja kembali dari kunjungan luar negeri dengan membawa berbagai kabar menggembirakan dan pencapaian strategis. Salah satunya adalah rencana pembangunan Kampung Haji untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah haji asal Indonesia,” ujar Gibran.
Selain itu, Wapres Gibran juga menggarisbawahi keberhasilan diplomasi dagang Presiden dalam menurunkan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen. “Ini adalah kabar yang sangat positif dan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menarik investasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, perhatian besar juga ditunjukkan Presiden Prabowo terhadap program swasembada pangan sebagai pilar utama kedaulatan ekonomi nasional. Dalam beberapa pekan terakhir, panen tebu dan kopi telah dilakukan di sejumlah wilayah seperti Banyuwangi dan Madiun. Hal ini menunjukkan penguatan sektor pangan nasional yang kian berkelanjutan.
“Pemerintah telah memfokuskan diri pada pembangunan bendungan, sistem pengairan, penanggulangan mafia pupuk, perbaikan bibit, serta menjamin stok beras nasional yang kini telah mengalami surplus. Pemerintah juga menghadirkan Sekolah Garuda sebagai sarana pendidikan unggulan bagi siswa berprestasi,” jelas Gibran yang pernah menjabat Wali Kota Solo.

Menyikapi arah pembangunan sumber daya manusia yang diusung pemerintah, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan dukungannya terhadap Program Asta Cita. Ia menilai bahwa program-program pemerintah saat ini sejalan dengan fokus LDII dalam pembangunan SDM.
“LDII mendukung penuh. Dari delapan bidang prioritas LDII, empat di antaranya memang menitikberatkan pada pembangunan SDM,” terang KH Chriswanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat menjabat Menteri Pertahanan, Presiden Prabowo pernah menilai bahwa arah gerak LDII telah berada ‘on the track’, khususnya dalam penyediaan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sekolah Rakyat, yang kini tengah digagas Presiden, disebut memiliki visi yang serupa dengan LDII dalam hal penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Negeri ini sangat luas dan majemuk. Maka seluruh elemen bangsa harus bergerak bersama. Pembentukan SDM generasi penerus perlu dilakukan sejak dini agar siap bersaing dan berperan aktif dalam pembangunan,” tambahnya.
KH Chriswanto juga menegaskan bahwa di tengah situasi global yang diliputi krisis, perang tarif, dan ketidakpastian ekonomi, hanya negara dengan SDM unggul yang akan mampu bertahan dan menang dalam kompetisi. “Kuncinya adalah kemampuan dalam mengelola sumber daya secara tepat. Kita tidak punya pilihan lain. Optimisme harus kita jaga,” tutupnya.