LDII Ikuti Pengajian Bersama Kapolda Metro Jaya

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Jakarta (23/3) – Untuk mengisi kebutuhan rohani para polisi yang setiap hari kerja di lapangan secara sprint, Kapolda Metro Jaya mengundang para ulama dan pimpinan ormas untuk memberikan materi pengajian. Salah satunya diadakan pada 23 Maret 2021 dengan menghadirkan KH. Abdul Mujib. “Pengajian ini adalah yang pertama dilakukan oleh Polda Metro jaya, saya kira kita semua haus akan ilmu agama. Apabila Polisi ini dilengkapi dengan ilmu agama yang memadai, pasti hidupnya akan tenteram,” demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. saat memberikan sambutan pada kegiatan pengajian kitab kuning tersebut.

Lanjut Kapolda Fadil, sehari-hari polisi bekerja amar maruf nahi munkar, jika mereka terus dibekali dengan ilmu agama tentu akan lebih manfaat lagi. “Nanti silahkan dibagi, mungkin dari Muhamadiyah memberikan materi tentang aklak, atau NU mengajarkan terntang tauhid. Silahkan dibagi per minggu. Sehingga nanti ada Polisi yang ingin bertanya tentang hukum agama, silahkan bertanya pada kiyai saya yang di depan ini,” ujar Kapolda.

Pengajian diadakan di Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya mengambil tema ‘Menuju Polri yang Presisi’ Bersama K.H Abdul Mudjib”, diikuti oleh Wakapolda dan sejumlah jajaran pimpinan Polda serta ormas dan tokoh agama. Para tokoh yang diundang dan hadir pada acara tersebut, Wakapolda Metro Jaya, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Ketua MUI DKI Jakarta (diwakili), Ketua PWNU DKI Jakarta H. Samsul Maarif, Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta (diwakili), Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Ketua DMI DKI Jakarta KH. Mamun Al Ayyubi Ketua DDII DKI Jakarta, KetuaDa’i Kamtibmas Polda Metro Jaya.

Kegiatan tersebut juga berlangsung secara online Zoom Metting di setiap Polres yang diikuti oleh undangan para Kapolres, Jajaran Polda Metro Jaya dan perwakilan ormas Islam di tingkat Cabang masing-masing Polres. “Di satu sisi giat ini momen mempererat silaturahmi antara polisi dengan kiyai dan ustads. Juga sebagai pedoman pelaksanaan tugas berdasarkan Al Quran dan Hadis. Sehingga anggota tidak salah tafsir,” tutup Kapolda (Fin).

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram