LDII Jaya Mulya Perkuat Ketahanan Spiritual Warga Lewat Pengajian Rutin di Era Digital

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Tebo (18/12). Dalam upaya memperkuat ketahanan spiritual warga di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, PAC LDII Desa Jaya Mulya, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, kembali menggelar pengajian rutin. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Mutakin, Jalan Upang, pada Senin (17/11).

Pengajian rutin kali ini diisi tausiyah oleh Penasihat PAC LDII Jaya Mulya, Suryanto. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membentengi diri dengan iman dan ilmu dalam menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga dapat menjadi tantangan serius bagi keimanan dan akhlak jika tidak disikapi dengan bijak.

“Era modern menawarkan banyak kemudahan, tetapi juga menjadi ujian bagi keimanan kita. Literasi digital yang berlandaskan akidah yang lurus adalah kuncinya. Kita harus menjadi masyarakat yang melek teknologi, tetapi tidak lupa pada jati diri sebagai umat beragama yang menjunjung tinggi akhlak mulia,” ujarnya.

Suryanto juga mengajak warga untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermedia sosial, berinteraksi di lingkungan masyarakat, maupun dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Ia menegaskan bahwa ajaran agama harus menjadi pedoman utama agar umat mampu menyaring pengaruh negatif dari perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua PAC LDII Jaya Mulya, Paimin, mengapresiasi antusiasme warga yang konsisten mengikuti pengajian rutin. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan keimanan, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan sosial.

“Kita patut bersyukur dengan semangat keagamaan yang tinggi ini. Mari kita jaga selalu kerukunan antarumat beragama maupun intern umat beragama. Solidaritas dan toleransi ini adalah modal sosial yang sangat penting untuk membangun desa yang harmonis,” pesannya.

Antusiasme warga juga terlihat dari tanggapan peserta pengajian. Salah seorang warga, Eko Nurcahyo, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Materinya tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis. Memberikan panduan nyata untuk menjalani kehidupan di era modern. Saya merasa termotivasi untuk lebih meningkatkan ibadah dan kontribusi di masyarakat,” ungkapnya.

Pengajian rutin PAC LDII Jaya Mulya ini diharapkan terus menjadi benteng spiritual bagi warga, sekaligus sarana pembinaan karakter yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan tema-tema yang kontekstual, guna menjawab kebutuhan spiritual masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern.

 

 

 

Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram