
Bitung (7/7). Ketua PC LDII Matuari, Kota Bitung, menghadiri acara pembentukan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Kecamatan Matuari masa bakti 2025–2030. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat Islam di era modern.
Acara yang digelar di Kecamatan Matuari ini turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bitung, Yahya Wahidin Pasiak, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran imam masjid dan Badan Takmir Masjid (BTM) dalam menghadapi tantangan era digital.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat informasi, pendidikan, dan solusi umat. Maka imam dan takmir masjid perlu melek teknologi agar dakwah tetap relevan dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Dalam proses pemilihan, terpilih sebagai Ketua DKM adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Matuari, Husain Alkatiri. DKM Kecamatan Matuari nantinya juga akan aktif di bidang sosial, termasuk perlindungan hukum terhadap jamaah masjid.
Sementara itu, Imam Masjid Baitul A’la yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat LDII Kota Bitung, Dhimas Safari, mendapat amanah sebagai Ketua Bidang Riayah (pemeliharaan). Bidang ini menjadi salah satu unsur penting dalam struktur DKM, selain Idarah (pengelolaan), Imarah (kemakmuran), dan Ahkam (hukum).
Ketua PC LDII Kecamatan Matuari, Marzuki Mardin, yang juga Ketua BTM Masjid Baitul A’la, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DKM yang baru.
“Kami dari LDII siap bersinergi dengan DKM dalam menghidupkan masjid, baik dari segi ibadah maupun kegiatan sosial. Mari kita jadikan masjid sebagai tempat yang menyejukkan, membimbing, dan mencerdaskan umat,” tuturnya.
Ia juga mengajak warga LDII untuk lebih bersemangat dalam beribadah, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta aktif dalam kehidupan sosial yang berbudi luhur dan membangun kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat.
Pembentukan pengurus DKM ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memakmurkan masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat di Kecamatan Matuari.
Oleh: Ridwan DK | S25RID | SULUT 3 (contributor) / Riska Sabillah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



