LDII SUMBAR : GIZI MAMPU MERUBAH KEHIDUPAN BANGSA

Fresh organic vegetables in the garden
Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Padang, 25 Januari 2016. Pentingnya gizi dalam kehidupan bangsa Indonesia, sudah dirintis oleh almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, sejak tahun-tahun awal kemerdekaan pada 1950. Saat itu beliau diangkat oleh Menteri Kesehatan, almarhum dokter J Leimena, untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman.

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an, dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Di kemudian hari disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari.

Esensinya hendaknya Hari Gizi Nasional tidak hanya sekedar ritual tahunan, karena hakikatnya hari ini adalah sebagai peringatan bahwa gizi turut andil dalam kehidupan kita. Hal ini termaktub dalam UndangUndang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Bab VIII mengamanatkan bahwa upaya perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses serta mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai kemajuan ilmu dan teknologi.

Pedoman Gizi Seimbang sebenarnya telah diimplementasikan sejak tahun 1955 menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun baru tahun 1990 kita mempunyai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Ya, meski Pedoman Gizi seimbang telah dikenalkan jauh-jauh hari namun ada kendala dalam mensosialisasikannya. Nah, pada tanggal 27 Januari 2014 disusunlah Pedoman Gizi Seimbang yang baru. Pesan-pesan PGS yang baru tersebut adalah :

  1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan.
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.
  3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
  4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok.
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.
  6. Biasakan Sarapan.
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir.
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.

Pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak dini sangatlah penting, banyak manfaat yang kita peroleh jika kita memperhatikan asupan gizi salah satunya kesehatan. tidak hanya memperhatikan asupan gizi jika ingin memeperoleh kesehatan, tetapi ada acara lain yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW guna memperoleh kesehatan, yaitu berdoa. Dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah dijelaskan sebagai berikut :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ قَالَ سَلْ رَبَّكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ثُمَّ أَتَاهُ فِي الْيَوْمِ الثَّانِي فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ قَالَ سَلْ رَبَّكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ثُمَّ أَتَاهُ فِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ قَالَ سَلْ رَبَّكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة فَقَدْ أَفْلَحْتَ. رواه ابن ماجة صحيح

Dari Anas bin Malik dia berkata; “Seorang laki-laki mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seraya bertanya; “Wahai Rasulullah, do`a apa yang paling utama?.” Beliau menjawab: “Mintalah ampunan dan kesehatan kepada Tuhanmu di dunia dan akhirat.” Kemudian datang lagi di hari yang kedua, dan bertanya; “Wahai Rosulullah, do`a apa yang paling utama?.” Beliau menjawab: “Mintalah ampunan dan kesehatan kepada Tuhanmu di dunia dan akhirat.” Kemudian datang lagi di hari yang ketiga, dan bertanya; “Wahai Nabi Allah, do`a apa yang paling utama?.” Beliau menjawab: “Mintalah ampunan dan kesehatan kepada Tuhanmu di dunia dan akhirat, dan jika kamu telah diberi ma’af dan kesehatan di dunia dan akhirat, maka kamu telah beruntung.” [HR.Ibnu majah] (ibl)

Sumber :

http://www.gizi.depkes.go.id/
Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI, 2014

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram