LEBARAN BAJU HARUS BARU ?

Share This Post :

Fb
X
Wa
Tg

Ada yang bilang hari raya lebaran atau Idul Fitri dengan baju baru itu zaman dulu (jadul) dan ada juga yang bilang lebaran tanpa baju baru itu “like an angel without wings” karena baju lebaran harus ada. Lebaran dengan baju baru tentulah sangat jauh dari makna lebaran sesungguhnya karena Idul Fitri, yang adalah hari raya memperingati kembalinya manusia kepada fitrahnya. Fitrah adalah watak dasar kemanusiaan.

Idul Fitri memiliki beberapa makna yang dalam. Pertama, pada hari itu umat Islam telah berhasil menyelesaikan ibadah puasa. Berarti sudah memenangkan perang melawan hawa nafsu. Karena itu mereka bergembira dan merayakannya. Mereka telah meningkatkan akhlak dan kepribadiannya dengan ibadah puasa tersebut.

Kegembiraan dengan penampilan yang lain dari biasanya di hari lebaran ini merupakan suatu kesempatan berhibur diri bersama keluarga,sahabat yang merayakannya. Tapi jangan sampai maknanya jadi berubah. Tidak boleh berlebihan dan memaksakan diri. Karena akan menjadikannya suatu kesulitan bagi dirinya. Misalnya, sampai terpaksa harus berhutang ke sana ke mari untuk mengada-adakan kebutuhan secara berlebihan. Ini justru bertentangan dengan makna Idul Fitri itu sendiri.

Berhias dan memakai pakaian baru pada Idul Fitri, tidak boleh terjebak pada sifat boros dan berlebihan dalam berpakaian atau berdandan. Tidak boleh pula kita mengabaikan kriteria pakaian syar’i yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah sehingga mengakibatkan “aurat” kita tidak terjaga. Atau berpakaian terlalu ketat. Atau juga terlalu mencolok dan menarik perhatian banyak orang (baca: tabarruj). Sehingga dosa-dosa yang telah diampuni Allah selama beribadah di bulan Ramadhan kembali masuk dalam diri kita. Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian tidak melanggar batasan-batasan syar’i, baik bagi pria maupun wanita. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, yang artinya, “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33).

Ada kalanya orang segan  keluar rumah di hari besar itu dikarenakan tidak berpakaian baru. Bahkan ada seorang yang nasibnya kurang beruntung dibandingkan dengan saudara-saudaranya, enggan datang bersilaturahmi. Ia malu oleh saudara-saudaranya itu. Betapa ia terbelenggu oleh sikap dan interpretasi yang salah dari makna lebaran yang sesungguhnya.

”Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takabur, lagi membanggakan diri. ” (QS. 31:18) (ptr)

Share This Post :

Fb
X
Wa
Tg
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Salman Al Farisi

wah artikelnya pas nih momennya mau lebaran. mudah-mudahan dengan membaca artikel ini lebih banyan orang yang dapat memaknai ied fitri tidak hanya sekedar selebrasi semata, tetaoi lebih kepada bersyukur atas obral pahala yang Allah berikan selama bulan romadhon ini dan mudah-mudahan kita dapat meneruskan kebaikan2 yang sudah kita lakukan selama bulan romadhon ini.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x