Mau tau amalan yang mendatangkan rezki, ini dia

Sujud

Rezeqi tidak melulu soal harta. Kesehatan yang Allah berikan juga merupakan bagian dari rezeqi. Keluarga yang rukun, rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah juga merupakan rezeqi. Selain usaha untuk mencari rezeqi dengan bekerja, rezeqi ternyata juga dapat didatangkan dengan melakukan beberapa amalan. Berikut dibahas, 9 pengalaman yang bisa mendatangkan rezeqi, diantaranya

  1. Memperbanyak istighfar kepada Allah

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan di dalam catatan amalnya istighfar yg banyak.

  1. Ibnu Majah, kitab Adab, bab Istighfar, juz 3, no. 3818, Kitab Himpunan Ahkam dan Sunah, halaman 47

Maka hendaklah, kita sebagai manusia, yang telah Allah ciptakan sudah kodratnya sering berbuat salah dan lupa, merutinkan istighfar dalam kehidupan kita. Pada umumnya manusia sering mengerjakan perbuatan lahan-lahan, seperti mendengarkan lagu, mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat, dalam hidup di dunia yang sementara ini kita hendaknya memperbanyak istighfar sehingga kita termasuk orang yang beruntung di sisi Allah, bukan orang yang rugi.

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa yang membiasakan membaca istighfar, meminta ampun kepada Allah, maka Allah akan menjadikan keluasan baginya dari tiap kesusahan, (termasuk cita-cita), kelonggaran, jalan keluar dari setiap kesempitan & Allah akan memberinya rezeqi yang tidak ia sangka-sangka.

  1. Ibnu Majah, kitab Adab, bab Istighfar, juz 3, no. 3819, Kitab Himpunan Ahkam dan Sunah, halaman 47

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Rosulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari segala kegundahan, serta Allah akan memberikan rezeqi kepadanya dari arah yg tidak ia sangka-sangka.”

  1. Abu Daud, kitab sholat bab penjelasan tentang istighfar, no. 1297.

 

  1. Memperbanyak infaq fisabilillah

مَّثَلُ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِی كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ وَٱللَّهُ یُضَـٰعِفُ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Surat Al-Baqarah (2) ;261

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Surat Saba’ (34) ;39

ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻧْﻔِﻖْ ﺃُﻧْﻔِﻖْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Wahai anak turunnya adam infaklah kamu maka aku (Allah) akan menginfaki pada mu.

Shohih Muslim

Karena sejatinya harta adalah titipan. Harta yang dititipi Allah kepada kita di dunia ini hanyalah sementara sifatnya. Sedang apa yang sesungguhnya menjadi harta kita adalah harta yang kita infaq kan dalam jalan-Nya. Sehingga hendaknya kita apabila infaq, sodaqoh, diniati untuk menolong agama Allah, karena Allah, bukan hanya sebatas pamer ingin dilihat orang, dan lain sebagainya.

 

  1. Memperbanyak silaturrohim

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan ajalnya hendaknya ia menyambung tali silaturrohim.HR.Bukhori, no.5526.

Hadits ini bisa ditafsiri hakiki, yaitu ketika seseorang benar-benar memperbanyak silaturrohim kepada sanak familinya, Allah akan berikan ia rezeqi yang berlimpah dan umurnya benar-benar ditambah oleh Allah.

Adapun apabila ditafsiri majas, maka rezeqi aslinya tetap bahkan berkurang secara hakikat, namun secara ghaib, tanpa sepengetahuannya, Allah menyelamatkan dirinya dari musibah-musibah (bala’) yang lebih dapat menghabiskan harta. Contoh seseorang diqodar mendapat kecelakaan, rezeqinya harus dikuras untuk biaya pengobatan, operasi, dan lain sebagainya. Kemudian karena ia sering silaturrohim, Allah menghapus qodar celaka tersebut, mengganti dengan qodar yang tidak jadi kecelakaan. Memang rezeqinya kelihatan tidak bertambah, tapi Allah menyelamatkannya dari kemungkinan qodar yang lain yang dapat menghabiskan harta. Dalam hal bertambahnya umur, ketika memang sudah qodar ajalnya, ia tetap meninggal, (jatah umurnya habis di dunia). Tetapi Allah panjangkan umurnya dalam hal, hal-hal kebaikannya selalu dikenang, ditiru oleh orang yang masih hidup sehingga ia mendapatkan kiriman jariyah. Seakan-akan masih hidup masih bisa beramal karena pahalanya selalu bertambah.

 

  1. Senang menghormati tamu

Rasulullah SAW bersabda, “Tamu itu datang dengan membawa rezekinya dan pergi dengan menghapus dosa-dosa kalian, dan Allah menghapus dari dosanya dan dosa-dosa kalian.”

Memang, kalau dari segi fisik di dunia, tamu itu menghabiskan rezeqi ketika kita menjamunya. Mengurangkan rezeqi secara logika, namun ingatlah sabda Rasulullah SAW ini, tamu itu datang dengan membawa rezeqi, dan pergi dengan membawa dosa dari kita, yang dimaksud di sini bukannya tamu itu yang akhirnya menjadi dosa, itu tidak. Melainkan ketika kita dapat melayani dengan baik karena Allah, maka dosa kita akan dibawa pergi bersama perginya tamu tersebut.

 

  1. Berusaha Menjadi Orang yang Jujur dan Amanah

“Amanat mendatangkan rezeki dan khianat mendatangkan kefakiran.”

Amanat ini bisa diaplikasikan dalam banyak perkara di kehidupan kita, dalam kehidupan kita bermasyarakat, bekerja. Ketika kita jujur dan amanah, dalam segala perbuatan kita, akan mendatangkan kepercayaan dari orang-orang di sekitar kita, dan juga akan mendatangkan rezeqi. Sedangkan orang yang khianat, kefakiran akan datang padanya, sebab ketika ia berkhianat ia tidak akan dipercaya oleh orang-orang, dan alih-alih mendatangkan rezeqi, ia malah hanya akan dijauhi, dan mendatangkan kefakiran atasnya.

 

  1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah

 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

 

Allah berfirman, Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Surat At-Thalaq ayat 2-3

Taqwa adalah pekerjaan hati. Hendaknya dimanapun kita berada, apapun yang kita kerjakan, kita harus ingat dan takut kepada Allah. Sehingga selain Allah berikan kita rezeki, mengadakan jalan keluar bagi persoalan-persoalan kita di kehidupan, kita juga dapat lebih ingat sebelum bertindak hal-hal yang maksiat, bahwa Allah itu mengawasi kita. Dan hendaknya kita berbuat sebagaimana yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-laranganNya.

 

  1. Memperbanyak tawakkal kepada Allah

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Surat At-Thalaq ayat 2-3

Seringkali manusia dalam hidupnya banyak memikirkan keperluan-keperluannya. Baik dalam urusan dunia, urusan pekerjaan, urusan sekolah/kuliahnya dan lain sebagainya. Mungkin baik hal-hal tersebut dipikirkan tapi kita juga tidak boleh meninggalkan sifat tawakkal ini. Karena ketika kita tawakkal kepada Allah, berserah diri kepada Allah, urusan yang Allah kehendaki akan jauh lebih indah dibanding rencana kita. Sebagaimana Allah itu dalam segala sesuatunya memberi kepada kita apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

  1. Selalu khusnudzon billah (berprasangka baik kepada Allah)

Berprasangka baik ketika sudah kita kerjakan kebaikan, Allah akan berikan balasan. Dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan Allah akan berikan jalan keluar. Menghindari maksiat, Allah akan memberikan rezeqi kepada kita.

  1. Menertibkan sholat tahajud dan do’a di sepertiga malam

Alloh turun ke langit dunia dan berfirman “Ana malik Ana malik Ana malik..”Ud’uni astajib lakum, innalladina yastakbiruuna an ibaadati sayad’khuluna jahannama daakhiriin”

“Aku raja, Aku raja, AKu raja” Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku akan mengabulkannya bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk kedalam neraka jahannam dalam keadaan hina”

Sehingga terutama kita yang sampai saat ini masih diberikan qodar kesehatan, kelonggaran, bisa untuk bangun malam, atau mungkin terbiasa bergadang, lembur untuk urusan kerja, dunia dan sebagainya. Usahakanlah dalam waktu luang kita juga untuk menertibkan amalan ini. Karena do’a kita akan dikabulkan, Allah langsung yang telah berfirman. Minta rezeqi yang banyak halal dan berkah, minta agar ditetapkan dalam jalan yang benar, hidayah, dan agar bisa istiqomah dalam amalan-amalan kita. Karena surga diwaritskan berdasarkan amalan kita.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

 

Penulis : Ustadzah Nisa Ulkhairiyah

 

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.