Padang (11/3). DPW LDII Provinsi Sumatera Barat menggelar media gathering dan buka puasa bersama insan pers pada Selasa (10/3) di VIP Room Ponpes Miftahul Huda, Koto Tangah, Padang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang akan digelar pada April 2026 mendatang. Acara itu mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”.
Ketua DPW LDII Sumatera Barat Muchfiandi menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis organisasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Alhamdulillah kita dapat bersilaturahim kembali pada ramadan 1447 H ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini berperan menyampaikan informasi secara objektif serta membantu menghadirkan ruang publik yang sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema acara tersebut dipilih karena kondisi global saat ini diwarnai dinamika geopolitik yang memengaruhi stabilitas dunia. “Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan teluk, berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk energi, pangan, dan perdagangan internasional. Karena itu Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan nasional,” katanya.
Menurutnya, salah satu aspek penting yang perlu diperkuat adalah ketahanan pangan. “Ketahanan pangan merupakan bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Kami mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan penguatan ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, Media Gathering kali ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Munas X LDII yang akan dilaksanakan pada April mendatang. “Melalui acara ini kami ingin memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk insan pers, sekaligus menyampaikan arah kontribusi LDII ke depan. Pesan ketum LDII KH Chriswanto Santoso, isu yang dibahas merupakan penajaman dari delapan program kerja LDII, yang dirumuskan sebagai 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa,” ujarnya.
Muchfiandi juga menyinggung pentingnya refleksi terhadap bencana hidrometeorologi yang beberapa waktu terakhir terjadi di Sumatera Barat, termasuk di Kota Padang. “Peristiwa banjir dan berbagai bencana hidrometeorologi menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi antara ormas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. “LDII akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah provinsi dan daerah dalam berbagai program pembangunan, mitigasi kebencanaan, lingkungan hidup, wawasan kebangsaan dan ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, LDII Sumbar sesegera mungkin akan menggelar kembali program Go Green sebagai bagian dari dakwah ekologis organisasi. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan, hal yang banyak disoroti tentunya penebangan liar, penambangan pasir ilegal dan tata kelola sampah. Sebagai gerakan yang berdampak langsung, Go Green akan menjadi rencana kerja unggulan LDII sumbar di tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat Muhammad Abdillah menambahkan bahwa LDII mulai menerapkan langkah awal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. “Kedepannya LDII akan mulai mengurangi penggunaan botol plastik dan kantong belanja sekali pakai. Dalam kegiatan ini juga dibagikan tumbler kepada peserta sebagai simbol ajakan untuk membangun budaya ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap upaya tersebut dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, serta menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang,” tutupnya. (KIM/LINES)


