Menawan Dengan Hijab

Teruntuk saudariku yang sholihah, Apa yang ada di benak mu ketika bercermin di depan kaca dan melihat ada pantulan dirimu disana ? Subhanallah, maha suci allah atas semua penciptaanya yang sempurna ini melebihi makhluk ciptaan lainnya. Jangan lupa sisipkan do’a “Allahumma Kamaa Hasanta Kholqi Fahhasin Khuluqi. Ya allah sebagaimana Engkau telah memperbaiki diriku maka perbaikilah juga akhlak ku’’. Aamiin.

Sobat, Allah menciptakan manusia itu dengan rupa yang berbeda-beda. Manusia yang satu dengan manusia yang lain pasti memiliki wajah yang tidak sama kecuali jika kembar. Nah karna perbedaan itulah kecantikan seseorang tak bisa dinilai dari wajah dan postur tubuh. Kita tidak perlu memikirkan apakah kita cantik atau tidak karena Sang Maha Kuasa pun dalam memilih hambanya tidak pernah melihat dari sisi itu melainkan dari hati dan amalan.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِـنْ يَنْظُرُ إِلَى قُــــلُوبِكُمْ وَأَعْمَــالِكُمْ
Sungguh Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, melainkan melihat hati dan amal kalian.” [HR Muslim]

Memiliki wajah yang cantik tentu tidak berarti apa-apa apabila tidak diimbangi dengan hati dan akhlak yang baik. Wanita yang baik hati dan baik akhlaknya pasti akan menjaga dirinya dengan hijab. Lalu apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata hijab?

Penutup kepala?

Penutup Rambut?

Penutup Tubuh?

Secara istilah makna hijab adalah sebagaimana yang diterangkan oleh Al Manawi berikut ini: “Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya. Diantara penerapan maknanya, hijab dimaknai dengan as sitr (penutup), yaitu yang mengalangi sesuatu agar tidak bisa terlihat. Demikian juga al bawwab (pintu), disebut sebagai hijab karena menghalangi orang untuk masuk. Asal maknanya, hijab adalah entitas yang menjadi penghalang antara dua entitas lain” (At Tauqif ‘ala Muhimmat At Ta’arif, 1/136).

Dari pengertian diatas maka dapat kita simpulkan bahwa hijab adalah segala sesuatu yang dapat menghalagi antara kedua belah pihak. Artinya ada sesuatu yang menghalangi pandangan orang lain. Contohnya, ketika ada dua orang yang sedang berbicara ditengah tengah mereka lalu ada tembok besar yang menghalangi pandangan mereka dan mengakibatkan kedua orang tersebut tidak melihat satu sama lain. Nah tembok inilah yang disebut dengan hijab.

Islam adalah agama yang memuliakan wanita. Kita lihat bagaimana Allah memuliakan wanita terdapat di surat al ahzab ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wanita itu istimewa, Allah telah mengistimewakan wanita. Maka sebaik-baiknya wanita adalah yang menjaga keistimewaan tersebut dengan hijab.

Dengan mengenakan hijab, membungkus tubuh kalian dengan hijab maka efek positifnya adalah kita dapat terhindar dari pelanggaran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya. Oke sekarang kita analogikan dengan dua potong coklat. Coklat pertama dibiarkan terbuka sedangkan coklat kedua telah terbungkus rapat. Kedua coklat tersebut kita letakkan secara bersamaan diatas sebuah lantai. Setelah beberapa menit, apa yang terjadi, sobat ? coklat pertama yang dibiarkan terbuka kondisinya sudah dikerubungi semut sedangkan coklat kedua kondisinya baik-baik saja dan tidak ada seekor semutpun yang mengerubunginya.

Kesimpulannya ialah jika kita membiarkan tubuh kita terbuka maka akan banyak laki-laki yang tertarik dan memancing perbuatan jelek yang nantinya akan berdampak pada diri kita. Karena seluruh tubuh wanita itu adalah aurot kecuali, muka dan telapak tangan. Namun, jika kita menutup tubuh kita dengan hijab maka laki-laki pun akan segan melihatnya, sehingga mereka cenderung akan menghargai kita. 

Lalu bagaimanakah hijab yang menutup aurot / syar’i tersebut ?

Saudariku penting bagi kita untuk mengenali cara berjilbab menurut pandangan Islam. tak jarang banyak wanita yang masih asal-asalan mengenakan jilbab, lantaran mengikuti trend fashion yang sedang booming. Padahal jilbab memiliki tujuan utama untuk menutup aurat bukan sebagai gaya fashion yang kekinian.

Jilbab sendiri bagian dari hijab. Dimana hijab merupakan sesuatu yang menutupi tubuh. Mengenakan jilbab dan hijab secara benar harus dilakukan, seperti tips di bawah ini.

1. Menutupi seluruh anggota tubuh

Hijab yang syari, akan tampak menutupi seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki, kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak diperbolehkan ada sehelai rambut pun yang terlihat, leher atau telinga yang terbuka, maupun mata kaki yang dapat dilihat. Begitu pula bagian dada yang perlu ditutupi secara sempurna. Ketentuan ini tertulis nyata dalam Al Quran.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab :59)

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ

“..dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung/khimar ke dadanya…” (An Nuur :31)

2. Kain hijab berbahan dasar tebal dan longgar

Baik kerudung yang menutupi kepala atau pakaian yang melindungi tubuh, dipilih dari bahan yang tebal. Karena bahan yang tipis akan tampak tembus pandang dan memperlihatkan aurat. Begitu pula dengan pilihan baju. Baju yang longgar dan tidak ketat, akan melindungi seorang wanita dari pandangan laki-laki lain yang bukan mahrom. Karena pakaian yang longgar dan tidak ketat akan menyamarkan lekuk tubuhnya.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan di antara wanita yang berpakaian namun seperti telanjang, mereka tidak akan masuk syurga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya syurga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

3. Memperlihatkan kesederhanaan, bukan perhiasan

Islam menganjurkan kita untuk tampil secara sederhana dengan tidak memperlihatkan perhiasan atau hal-hal tertentu yang membuat orang lain merasa tertarik terutama kaum adam yang mengakibatkan mereka tidak bisa menjaga pandangan

Perhiasan dalam pandangan islam, ada yang dapat dipisahkan dari tubuh (dapat disembunyikan) seperti gelang, kalung, dsb, dan yang tidak dapat dipisahkan (pasti tampak) seperti pakaian dan make up.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ

“Dan katakanlah Kepada para Perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan Perhiasan-nya (Auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat …. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui Perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS An-Nur: 31)

4. Tidak menarik perhatian

Dalam berhijab, kita sebaiknya tidak melakukan atau menggunakan sesuatu yang mencolok pada gaya dan penampilannya karena akan menarik perhatian. Misalnya dengan tidak menggunakan pewangi atau parfum ketika keluar rumah, berpenampilan hijab secara tidak layak seperti pakaian yang menyerupai wanita kafir atau sengaja mengenakan alas kaki yang menimbulkan suara agar dilihat dan berjalan dengan cara yang dibuat-buat agar menarik.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, Allah bermaksud menghilangkan dosa kalian, hai ahlul bait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab:33)

Nah seperti itulah proses dari berjilbab, jika semakin ditingkatkan dan ditingkatkan lagi maka pasti akan terasa manfaatnya. Ingat saudari ku! menjadi wanita hanya ada dua pilihan, menjadi sebaik-baiknya perhiasan atau sebesar-besarnya fitnah. Tinggal pilih (Bunga/Lines Sumbar).

Sumber gambar : https://chatbottle.co/

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.