Jakarta (30/7). Kementerian Pendidikan disebut oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memiliki tiga fokus utama dalam pengembangan pendidikan. Ketiga fokus tersebut meliputi pendidikan karakter, peningkatan kesejahteraan guru, serta peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat kunjungan DPP LDII diterima di ruang kerjanya pada Selasa (29/7) kemarin. “Pendidikan karakter sangat penting dan dapat dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Pembentukan karakter yang kuat, dijelaskannya, dapat ditopang oleh empat pilar utama, yaitu sekolah, keluarga, media, dan masyarakat,” ungkap Abdul Mu’ti.
Ia juga menyampaikan bahwa sekolah merupakan rumah kedua untuk membangun persahabatan dan karakter peserta didik, sementara keluarga dijadikan sebagai penguat utama nilai-nilai dasar. “Sedangkan media dan masyarakat dapat berperan sebagai pendukung dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Disampaikannya pula bahwa kompetensi guru menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan. Meskipun teknologi berkembang pesat, namun peran guru sebagai mentor, motivator, dan inspirator tetap tak tergantikan. “Guru bukan hanya sekadar pengajar, melainkan juga pembentuk karakter. Mereka menjadi jembatan ilmu yang mampu menumbuhkan semangat belajar peserta didik dan menjadi kunci keberhasilan pendidikan,” katanya.
Pendidikan karakter di Indonesia, lanjutnya, terutama yang berfokus pada “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, lebih mengedepankan pembentukan tradisi dan kebiasaan baik sejak dini. “Kebiasaan anak hebat itu terdiri dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat serta tidur lebih awal. Dengan kebiasaan itu, generasi yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual dapat tercipta,” tambahnya.
Terkait hal itu, pertemuan tersebut disebut oleh Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, sebagai momentum strategis untuk memperkuat kerja sama dalam percepatan pencapaian target pembangunan pendidikan nasional. Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah pun ia anggap sangat penting.
“Banyak hal yang sebenarnya telah kami komunikasikan, dan ternyata semuanya sinkron. Dalam hal ini, tentu LDII tidak akan memperoleh hasil maksimal bila hanya bekerja sendiri tanpa dukungan otoritas,” kata KH Chriswanto.
Kesamaan visi antara program-program Kemendikdasmen dan LDII disambut baik olehnya, mulai dari peningkatan kapasitas guru, pendidikan karakter, hingga upaya menciptakan sekolah yang bebas kekerasan dan menyenangkan. “Ternyata program peningkatan kapasitas guru yang sedang dijalankan LDII juga termasuk dalam program prioritas Kemendikdasmen,” tambahnya.
KH Chriswanto juga menekankan pentingnya dukungan dari Kemendikdasmen dalam pembaruan materi pembelajaran dan penerapan program di satuan pendidikan LDII. Bahkan, dalam hal pembiasaan karakter, nilai-nilai yang dimiliki LDII dinilainya sejalan dengan nilai-nilai dalam lagu-lagu edukatif hasil karya komposer nasional, yang dianggap cocok diterapkan di lembaga pendidikan dasar LDII.
Disampaikannya bahwa tindak lanjut konkret dengan Kemendikdasmen akan segera dilakukan. “Tadi sudah langsung diminta untuk menjalin komunikasi dengan Dirjen dan unit-unit terkait agar kerja sama ini bisa segera diimplementasikan,” pungkasnya.