Menerapkan Standar Keamanan Ibadah Di Masjid

masjid safety

Kita sedang dihadapi kenyataan yang benar-benar baru. Fakta yang terjadi pada saat ini ialah Pandemi COVID-19 yang melanda negara Indonesia dan sejumlah negara lainnya.Dalam waktu singkat kondisi ini membuat rutinitas hampir semua orang berubah. Menghabiskan waktu diluar rumah, berkumpul dengan teman dan kegiatan outdoor lainnya sekarang harus diminimalisir seiring dengan adanya kebijakan Physical Distancing / PSBB (Pembatasan Sosial Berskala besar). Namun, terhitung sejak tanggal 8 Juni 2020 Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat. Mengumumkan untuk menjalani masa transisi dari PSBB menuju penerapan tatanan normal baru dari COVID-19 (new normal).

Yang terpenting dari new normal adalah kesiapan masyarakatnya.  New normal tidak akan dapat terealisasi bila masyarakat masih kurang menyadari betapa pentingnya menaati standar protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas fisik baik didalam maupun diluar rumah. Termasuk dalam hal beribadah di masjid. Seperti yang kita ketahui, masjid adalah rumah Ibadah / tempat untuk melaksanakan ibadah umat Islam. Masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan perayaan hari besar Islam, kajian agama, ceramah dan belajar Al-Qur’an sering dilaksanakan di masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan penting dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Pada masa transisi ini, masyarakat diwajibkan untuk dapat menerima, memahami dan menjalankan berbagai kebijakan standar keamanan beribadah di masjid yang telah diatur oleh pemerintah seperti menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing dari rumah, berwudhu di rumah, mengukur suhu tubuh, jaga jarak, menghindari kerumunan, dsb.

Prosedur Keamanan Saat ke Masjid
Prosedur Keamanan Saat ke Masjid

Mengingat umat muslim tidak hanya datang dari kalangan anak muda yang pada umumnya memiliki daya tahan tubuh kuat. Anak-anak dan lansia pun tak jarang masih saja terlihat ikut andil memenuhi ruangan masjid. Lalu apa yang harus kita lakukan? Jalan satu-satunya ialah dengan mengikuti standar keamanan beribadah di masjid. Benar berat dan terasa asing tapi kita melakukannya bersama-sama. Semua punya kesulitan dan kondisi yang beragam. Yang bisa kita lakukan adalah mengisi peran masing-masing.

Sulit ? Pasti. Berat ? Sangat.

Tapi, Allah swt menciptakan manusia dengan bentuk yang sangat baik. Kita punya modal untuk menghadapi kondisi seperti ini, apa itu? kemampuan beradaptasi. Dengan dibekali akal, manusia adalah spesies yang memiliki kemampuan beradaptasi lebih cepat dibandingkan spesies lain sesulit dan se-ekstrem apapun kondisinya. Dengan dibekali iman, Allah SWT telah mempersiapkan manusia dengan baik pula untuk bersama membangun dunia, apapun keadaannya.

Semoga kita tetap berada dibawah lindungan-Nya dan berdo’alah agar pandemi ini segera berakhir. Dan tentunya kita berharap semua nya dapat kembali ke normal dan beraktivitas seperti biasa (Bunga Riska Amalia/LINES Sumbar)

Sumber Gambar : twitter @HaramainInfo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.