Mengurangi Hal Yang Tidak Manfaat

Sumber : https://www.businessinsider.sg/

Virus Corona atau Covid 19 sudah menjadi permasalahan dan hal yang paling diperhatikan di dunia. Tercatat hingga hari ini lebih dari 1.7 juta orang di dunia terinfeksi virus tersebut. Presiden Joko Widodo pada pertengahan bulan Maret lalu meminta pada masyarakat agar melakukan social distancing guna mencegah penularan virus Corona. Beliau juga meminta agar masyarakat tidak panik dan tetap bisa melakukan kegiatan seperti biasa, hanya saja jangkauannya diperkecil dengan bekerja, belajar dan ibadah yang dilakukan dari dalam rumah. Banyak yang mengeluh karena tidak banyak yang dapat dilakukan di dalam rumah, sehingga tanpa disadari melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi fisik maupun mental seperti pola tidur dan makan yang tidak teratur, terus menerus membuka media sosial, kurang olahraga, dan lain sebagainya.

Dari Abu Huroiroh R.A, dia berkata, bersabda Rosululloh SAW, “Sebagian dari tanda bagusnya Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna baginya.” (Rowahu At-Tirmizi, hadza hadistun hasanun (2317), Ibnu Majah (3976)). Meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna maksudnya adalah lahan atau hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

Ditengah wabah virus Corona ini menimbulkan rasa was was dan cemas akan banyak hal baik ekonomi, kesehatan maupun sosial. Sehingga salah satu cara untuk menghibur diri adalah dengan melakukan hal yang disenangi dan yang dapat memperbaiki mood seperti menonton video di youtube, streaming film atau drama, dan hal lainnya yang kurang berguna.

 Orang-orang yang melakukan lahan atau tidak bermanfaat juga tercantum dalam Q.S Al Baqarah (12), “ketahuilah mereka (munafik) itu adalah orang-orang yang berbuat kerusakan, tapi mereka tidak merasa”. Terkadang kita seringkali tidak sadar sudah terjerumus dalam kegiatan yang tidak bermanfaat maka tidak ada salahnya untuk memaksa diri agar lebih terbiasa untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat bahkan mungkin bernilai ibadah.

Banyak hal yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial atau aplikasi lainnya seperti dapat melakukan video call dengan teman-teman sembari mengulang kembali materi perkuliahan atau sekolah, dapat menjalin silaturarrahim dengan keluarga yang lokasinya jauh, membuka aplikasi atau media yang dapat meningkatkan kualitas diri dengan pelatihan daring. Hal bermanfaat yang dapat kita rasakan langsung dirumah adalah dengan lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga, bercanda ria, games, membersihkan rumah dengan keluarga yang akan menjadikan lebih dekat satu sama lainnya.

Bosan tidak dapat dijadikan alasan apalagi dizaman teknologi informasi seperti saat sekarang ini. Banyak hal baik yang dapat dilakukan, sebab jangan sampai nanti menjadi orang yang merugi dengan membuang masa muda yang penuh semangat dengan melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Ditengah pandemi ini akan lebih baik bagi kita untuk meminta ampun kepada Allah dengan menertibkan ibadah wajib, memperbanyak ibadah sunnah seperti sholat malam, puasa sunnah, sholat dhuha, memperbanyak berdzikir, dan ibadah lainnya yang bisa membuat kita lebih dekat kepada Allah.  Karena sudah tercantum dalam Q.S AL-mu’minun (3) “dan orang-orang iman itu adalah orang-orang yang berpaling dari lahan.”. (Ummi Salamah/LINES Sumbar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.