MPR RI dan LDII Jadwalkan Kembali Sekolah Virtual Kebangsaan untuk Penguatan Nilai-Nilai Nasionalisme

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Jakarta (9/7). Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima audiensi dari DPP LDII di Gedung Nusantara III, Jakarta, pada Rabu (9/7). Dalam pertemuan tersebut, dibahas agenda kerja sama antara kedua lembaga dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Apresiasi disampaikan oleh Ahmad Muzani atas inisiatif DPP LDII yang menggagas Sekolah Virtual Kebangsaan. Ia menegaskan bahwa persoalan kebangsaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. “Kebangsaan tidak saja berbicara masalah ideologi, namun pangan juga bisa menjadi isu kebangsaan,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan Indonesia. “Demi kebaikan bersama, semua kekuatan dan elemen yang kita miliki harus digunakan untuk tujuan yang jelas,” tutur Muzani.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengungkapkan bahwa pertemuan ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sejak masa kepemimpinan MPR RI oleh Bambang Soesatyo, khususnya dalam penyelenggaraan Sekolah Virtual Kebangsaan. “Pertemuan tersebut membahas kelanjutan kerja sama antara MPR/DPR dan DPP LDII dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan. Kami mendapatkan respons lebih dari yang kami harapkan,” ungkap KH Chriswanto.

Dukungan terhadap program Sekolah Virtual Kebangsaan kembali ditegaskan oleh Ketua MPR RI dalam pertemuan tersebut. Bahkan, usulan jadwal pelaksanaannya telah disampaikan, yakni pada 23 Agustus mendatang. Semula, kegiatan ini direncanakan berlangsung di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Ponpes Minhaajurrosyidiin Jakarta, namun kemudian dialihkan ke Gedung MPR RI.

Usulan tersebut disambut baik oleh DPP LDII sebagai bentuk dukungan nyata dari lembaga negara terhadap penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

“Ini sesuatu yang luar biasa bagi kami. Karena dinamika isu kebangsaan saat ini sangat kompleks, maka seluruh pengurus LDII di seluruh Indonesia perlu menyamakan cara pandang, pola pikir, dan langkah gerak dalam menghadapi tantangan kebangsaan ke depan,” tegas KH Chriswanto.

Dalam kesempatan itu, KH Chriswanto juga menekankan pentingnya penyamaan visi kebangsaan (tasfiatul manhaj) dan sinergi gerakan (tansikul harokah) sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menambahkan bahwa pembangunan negara tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi harus didukung oleh nilai-nilai kebangsaan yang kuat dan berkelanjutan.

Program Sekolah Virtual Kebangsaan ini dirancang untuk berlangsung secara rutin dan fleksibel, sesuai dengan kesiapan para pemangku kepentingan. Tema-tema yang diangkat pun akan disesuaikan secara bergiliran dengan isu-isu aktual. “Kebangsaan itu bukan hanya soal ideologi, tetapi juga bisa menyangkut isu-isu lain seperti ketahanan pangan. Ini akan kita sesuaikan temanya secara bergiliran,” pungkas KH Chriswanto.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram