
Klaten (11/11). Masjid-masjid di Kecamatan Pedan agar mulai dirancang sebagai tempat ibadah yang ramah lingkungan dan ramah difabel. Tujuannya agar mempermudah warga yang berkebutuhan khusus dapat mengakses masjid dengan mudah.
Usulan ini disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedan, H. Yunan Helmi A dalam pengajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pedan yang berlangsung di Masjid Nurul Huda, Dukuh Tandan, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, 8/11. Pengajian ini dihadiri oleh Kepala, KUA, Pengurus dan Anggota MUI, Kepala Desa Troketon, tokoh NU, LDII, MTA dan Muhammadiyah serta Pengurus RT RW setempat.
“Masjid di era modern ini harus mampu beradaptasi, salah satunya dengan menjadi masjid ramah difabel, seperti menyediakan kursi untuk lansia dan jalur masuk bagi pengguna kursi roda,” ungkap H. Yunan saat mewakili Muspika Kecamatan Pedan.

Pengajian MUI ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Troketon, Sunaryo yang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan ini penting dalam mempererat persaudaraan warga Pedan, apalagi menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Klaten pada 27 November 2024. “Dengan adanya pengajian ini, harapannya Pedan semakin guyup, rukun, aman, dan nyaman. Ini adalah upaya bersama untuk mewujudkan suasana kondusif di Klaten,” tutur Sunaryo.
Sementara itu Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kecamatan Pedan, H. Jalal Suyuti menyampaikan terima kasih kepada PC LDII Kecamatan Pedan yang menjadi tuan rumah acara. Ia juga menegaskan posisi MUI yang netral dalam Pilkada mendatang, dengan tujuan menjaga persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah) dan persatuan bangsa (ukhuwah wathoniyah). “Terkait Pilkada 27 November 2024 mendatang, MUI bersikap netral dan tidak memihak calon manapun. MUI hadir untuk menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat sebagai aktualisasi dari persaudaraan sebangsa dan setanah air,” ungkap H. Jalal Suyuti.
Dalam tausiah bertema Menjaga Keimanan Dengan Empat Tali Keimanan, Ketua PC LDII Pedan, Suwarto menyampaikan pentingnya bersyukur, mengagungkan pada Allah, bersungguh-sungguh dalam beramal, dan berdoa. Ia mengingatkan bahwa keimanan itu dapat meningkat dan menurun, tergantung ketaatan seseorang.
Pengajian ini ditutup dengan kebersamaan, di mana para peserta menikmati makan siang bersama yang disiapkan oleh Ketua PAC LDII Troketon, Sartono, bersama Jamaah Majelis Taklim Masjid Nurul Huda. (Rizal P.M)
Oleh: Rizal Putra Milda 0812 7229 3074 (contributor) / rully kuswahyudi (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



